Ada Apa di Pusat Buku Indonesia?

Hari ini, Jumat 30 Mei 2008, saya baru menghadiri pembukaan Pusat Buku Indonesia yang diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tempat ini terletak di Hypermall Kelapa Gading (ancer-ancer di seberang Makro). Seluruh penerbit buku yang tergabung dalam Ikapi menampilkan buku terbitan mereka di sini.

Lalu, apa yang membedakannya dengan toko buku atau pameran buku? Di tempat ini setiap penerbit mengambil stan. Jadi, layaknya seperti pameran, tetapi dilakukan sepanjang tahun. Sementara selama ini, penerbit menitipkan bukunya di toko buku, termasuk Gramedia, bukan menjual sendiri. Meskipun demikian, PBI bukan bermaksud mematikan toko buku yang sudah ada, melainkan memberi alternatif baru bagi penggemar buku.

Selama ini, konsumen sering kesulitan memperoleh buku-buku lama di toko buku, apalagi buku yang kurang laris. Biasanya buku-buku ini sudah dikembalikan (diretur) oleh toko buku. Bahkan ada buku yang bertengger di rak toko buku cuma sebulan, sebelum ditarik dari peredaran akibat kurang diminati.

Wapres Jusuf Kalla tampil tetap dengan ciri khasnya, berkemeja lengan panjang yang dikeluarkan, kontras dengan penampilan hadirin yang bernuansa batik. Dari sisi penampilan yang sederhana ini saya sangat salut dengan beliau. Sambutan beliau juga berlangsung tanpa teks, menggunakan bahasa yang mudah dipahami orang awam.

Beliau menyambut baik PBI ini karena sebuah industri akan maju jika sistem distribusinya baik. “Konsumen harus diberi kemudahan untuk memperoleh buku. Jangan sampai, biaya transport untuk menuju toko buku lebih mahal daripada harga bukunya sendiri”, sambut beliau

Saat ini tidak mudah menemukan toko buku di setiap kota. Masih mudah menemukan toko televisi, hand phone maupun toko emas. Bahkan di kampung beliau Makassar, lebih banyak toko emas daripada toko buku.

Diharapkan, tempat ini akan ramai dikunjungi dan menjadi salah satu agenda wisata yang menarik bagi setiap wisatawan. Bagi orang daerah, ke Jakarta bukan hanya untuk memborong baju di Mangga Dua atau Tanah Abang, tetapi juga untuk memborong buku di Pusat Buku Indonesia.

Kepada teman-teman blogger, sering-sering main ke PBI ya. Nanti di sana banyak acara launching buku, temu penulis, dsb. Semua penerbit besar ada di sini. Bahkan penerbit Gramedia akan mengambil 84 stan (satu stand berukuran 7m2). Bahkan penerbit Teater Koma buka stand di sini. Penerbit lain ada Mizan, Asy Syamil, MQS, Erlangga, Yudhistira, dsb.

Penerbit saya Grafindo Media Pratama, juga buka di sini. Kapan-kapan kalau ada kesempatan berkunjung ya. Di sampingnya ada sister company Salamadani yang menerbitkan buku-buku umum, salah satunya “The Journey” yang ditulis oleh Gola Gong. Pokoknya kalau mau memborong buku, ya di sini ini. Pusat Buku Indonesia, Hypermall Kelapa Gading. O, ya salah satu yang juga menjadi daya tarik, setiap penerbit biasanya memberikan diskon kepada pelanggan.

Saat liburan anak sekolah, tempat ini sangat cocok dikunjungi. Buruan datangggg!!!

Photo is courtesy of Daru Satrio.

Iklan

11 tanggapan untuk “Ada Apa di Pusat Buku Indonesia?

  1. Catet …
    Catet …

    BTW ini judulnya numpang mejeng yah ? … ah si abang ini …
    hehehe …

    Dicatet ya Bos.
    Kalau masalah mejeng, sssssssssstttttttttt diem2 aja.
    Hanya kita berdua yang tahu.
    Jangan bilang2 ke yang lain ya, Bos.
    He he……

  2. PBI merupakan ide yg bagus..semoga bukan hanya di Jakarta aja..tpi ada cabang2nya di kota lain walau dalam skala kecil..”membaca memiliki kepuasan dan kenikmatan tersendiri”

    Mudah2an di kota lain bakal segera tayang…

  3. Bagi mahasiswa di Jogja, pameran buku merupakan alternatif yg paling bagus buat “berburu” buku; bagus dan murah (selain di shoping tentunya…). Apalagi semenjak BBM jadi dinaikin ama SBY, gairah beli buku terpaksa “dipenjara”, duh… kasian… 😦

    Bro, katanya yg buka pameran ini Wapres Jusuf Kalla, trus katanya lagi dia gak pakai batik. Kok malah di foto yg di atas beliau pakai batik, tidak kumisan dan agak botak? Apa Jusuf Kalla sekarang dah ganti wajah…? Ketinggalan jaman banget gw ye…. 🙂

    Ya, lumayan berdiri di podium bekas JK.
    Minimal berkahnya mengalir.
    He he….

  4. jadi kepengen kesana…di ptk rada sulit cari buku bermutu 😀

    kalau lagi ke jakarta (pas ada training atau apalah), jangan lupa mampir ya…….

  5. ooooh baru nyadar…yang pake batik tuh si Abang sendiri hihihi. Jadi MC ya?

    jauhnya dari kebayoran baru bang….

    nggak jadi mc, bu.
    kali ini cuma mejeng doang.
    o, kalau lagi di jakarta rumah ibu di kebayoran ya?
    ehm…pantesan jauh dari kelapa gading.

  6. wah jauh dr bogor :mrgreen:

    nggak jauh kok.
    naik bus jurusan bogor-tj priuk.
    turun di perempatan artha gading.
    udah itu naik mikrolet nomor berapa ya?
    yang penting, kalau ada kemauan, pasti ada jalan.
    kalau beli sih sekalian banyak.
    kalau dikit sih berat di ongkos.
    he he…….

  7. Woww pasti! pasti kesana….Nanti kalo cuti kita rame2 kesana…. Kalo udah masuk gramedia biasannya gak slese2, palagi kalo dipusat buku… bisa kebayang, secara semua ragam jenis macam buku pasti ada disana ya…
    Jadi gak sabaran pengen pulang….

    Ditunggu deh bu Rita.
    Kalau lagi cuti, calling2 ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s