Bulan: Desember 2008

Mengapa Masuk Pesantren?

“Kamu dulu bandel ya?”

“Kamu dulu nyusahin orangtua ya?”

Beberapa teman sering bertanya seperti itu kepadaku.

Di masyarakat ada kepercayaan sebagian orang kalau yang masuk pesantren adalah anak yang bandel. Minimal, nggak pintarlah. Kalau pintar, pasti mereka masuk sekolah umum. Kalau anak pintar masuk pesantren, ya sayang banget.

Rasanya tidak elok menyalahkan pandangan masyarakat tersebut. Beberapa fakta memperkuat pendapat ini. Seorang ustad yang mantan preman mendirikan sebuah pesantren untuk membina mantan napi agar mereka tidak kembali ke jalan yang suram. Beberapa pesantren malah mengkhususkan diri untuk penyembuhan mereka yang kecanduan narkoba. Perlahan namun pasti,  persepsi masyarakat  tentang pesantren agaknya berubah. Lanjutkan membaca “Mengapa Masuk Pesantren?”

Menteri Pidato Dicuekin

Hari Sabtu lalu aku menghadiri Silaturahim Alumni Gontor di JCC. Rencananya acara ini akan dihadiri oleh Presiden RI dan beberapa menteri.

Aku tiba pukul 10 dan acara telah berlangsung beberapa saat. Di podium tampak Mendiknas Bambang Sudibyo sedang memberikan sambutan. Setelah mengambil tempat, aku mulai mendengar suara-suara yang mengganggu sambutan sang menteri. Memang, setiap orang merasa mereka tidak akan mengganggu acara karena mereka hanya berbisik. Tetapi, jika hal ini dilakukan secara akumulatif, maka akibatnya dapat ditebak sendiri. Lanjutkan membaca “Menteri Pidato Dicuekin”