Al, El, dan Dul: Nama Yang Menjadi Doa

Nama Al, El, dan Dul semakin dikenal seiring perebutan hak asuh di antara orangtua mereka. Menarik juga melihat latar belakang mengapa ayah mereka memberi nama yang bagus ini. Adakah doa di dalamnya?

Anak pertama ‘Al’ adalah panggilan untuk Al Jalaluddin Rumi, seorang tokoh sufi yang terkenal dengan Matsnawi-nya. Di sini ada sedikit kekeliruan. Yang benar adalah tanpa ‘Al’, jadi cukup Jalaluddin Rumi.

Dalam bahasa Arab, tidak semua kata boleh memakai awalan ‘Al’. Jalaluddin adalah contoh ‘idhofah’ bukan ‘naat wa man’ut’. Mungkin ayahnya dulu memberikan nama tersebut tanpa konsultasi dengan penasehat spiritualnya.

Jalaluddin Rumi merupakan sufi yang menyerukan ajaran cinta. Ajarannya bahkan menembus batas lintas agama. Tidak heran, banyak non muslim yang terpikat dengan sajak-sajaknya. Sang Ayah sendiri dalam syair lagunya sangat terpengaruh oleh beliau.

Hal ini dinyatakan secara jelas dalam cover kasetnya. Dengan nama ini boleh jadi Sang Ayah berharap anaknya akan menjadi tokoh besar yang menyebarkan cinta kasih kepada sesama manusia. Make song, not war.

Anak kedua ‘El’ adalah panggilan untuk Mohammad El Ghazali. Di sini pemakaian El sudah tepat, meniru logat daerah tertentu di Timur Tengah. Al atau El Ghazali merupakan seorang ulama Islam yang sangat terpandang dalam bidang tasawuf. Bukunya Ihya Ulumuddin (Menghidupkan Ilmu-ilmu Agama) menjadi acuan setiap santri yang ingin mendalami ilmu agama.

Buku lainnya yang terkenal adalah Tahafutul Falasifah (Kerancuan Para Filsuf). Buku ini mengkritik pendapat filsuf Islam seperti Al Kindi dan Al Farabi yang dianggapnya telah keluar jalur. Selanjutnya, buku ini ditanggapi oleh Ibnu Rusyd (di Barat dikenal sebagai Averrous) dengan buku Tahafut at Tahafut (Kerancuan terhadap Kerancuan).

Anak ketiga ‘Dul’ adalah panggilan untuk Abdul Qadir Jaelani. Beliau merupakan seorang wali sufi yang hidup di Irak. Karena kewaliannya banyak pengikutnya yang begitu memuja beliau sehingga cenderung menyimpang dari ajaran Islam standar. Padahal, beliau sendiri tidak mengajarkan demikian.

Acara untuk memperingati Syekh Abdul Qadir Jaelani disebut Manakiban. Di sini dibacakan kisah-kisah fantastis tentang beliau yang cenderung sudah keluar dari akal sehat.

Diceritakan bahwa suatu ketika malaikat maut sedang membawa ruh beberapa orang yang baru dicabutnya. Di tengah jalan malaikat tersebut melihat sang Syekh sedang berzikir. Karena kharisma sang Syekh, malaikat maut lari terbirit-birit dan melepaskan ruh dari tangannya sehingga ruh tersebut kembali lagi ke tubuhnya. Maka, hiduplah orang yang baru dicabut nyawanya tadi.

Begitulah ketiga nama tokoh yang sangat mulia. Dengan pemberian nama tadi tentu orangtua mengharapkan anaknya akan mengikuti kesalehan, kemuliaan dan kecerdasan para tokoh mulia tadi. Semoga harapan dan doa tersebut terkabul.

Iklan

14 tanggapan untuk “Al, El, dan Dul: Nama Yang Menjadi Doa

  1. Usaha tanpa doa = kesombongan
    Doa tanpa usaha = sia-sia

    Nama adalah doa, benar. Tapi, bila tidak ada usaha untuk menuju terkabulkannya doa itu, tetap saja tidak ada artinya.

    Duet Dhani-Maia adalah sebuah contoh pengelolaan rumah tangga yang tidak baik. Di satu sisi Dhani mempertahankan egonya untuk meminta Maia menjadi istri shalehah berdasarkan Islam, sementara di sisi lain, dia mengorbitkan penyanyi2 wanita (Mulan dan Dewi-Dewi) dengan tampilan yang jauh dari Islami. Sebuah sikap yang tidak konsisten.

    Dengan sikap seperti ini, apakah mungkin doa mereka yg dipresentrasikan dari nama anak-anak mereka akan terkabulkan? Entahlah….

  2. Aku nggak sampai hati mau nulis begitu, Zon. Untung ada ente yang nerusin. Jangan sampai penyandang nama2 yang bagus tadi membuat malu tokoh aslinya. Amin…

  3. Kita hanya bisa ikut mendoakan. Semoga kedamaian, berkah dan kekuatan selalu menyertai keluarga mas Dhani. Doa membawa kita ke depan pintu. Tapi usahalah yg membawa kita masuk ke dalam.

  4. kebetulan baru baca, tanya dong, kalau nama tokoh ilmuwan muslim Al-khazini atau al-jazari, atau al-khinzi artinya apa ya? sepertinya bagus saya berikan ke pada anak saya yg akan lahir

    Al-Khazini berasal dari kata khizanah, artinya lemari atau perbendaharaan. Jadi Al-Khazini kira2 artinya orang yang mempunyai lemari atau khazanah ilmu pengetahuan. Kalau Al Jazari atau Al Khinzi saya malah baru dengar tuh…

  5. salah pak namanya, yang benar anak pertama namanya Ahmad Al Ghazali bukan Al Jalaludin Rumi
    yang kedua namanya El Jalaludin Rumi
    dan ketiga namanya Ahmad Abdul Qhodir Jaelani

  6. Mo tnya pak, mohon jawabannya..
    Saya rencana mo ngasih nama anak pertama saya dr tokoh Islam Al Farisi..
    Nah bolehkah saya menggabungkan Al nya sehingga jd Alfarisi ??
    Takutnya arti nama makna ny jd kurang pas

    Terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s