Bus Chaperone: Part Time Job Yang Menggairahkan

Kalau Anda pernah melihat pagi-pagi sekitar pukul 06.00-07.00 bus Bue Bird berseliweran di sekitar Pondok Indah dan Jl Patimura, di sanalah Bus Chaperone bekerja. Profesi ini memang cukup unik dan tidak semua orang tahu kalau mereka ada.

Tugas utama bus chaperone adalah menjaga keselamatan murid SD di dalam bus selama perjalanan dari rumah menuju sekolah dan sebaliknya. Tak ubahnya seperti kenek di bus kota. Hanya saja bus chaperone tidak perlu berdiri, berteriak dan menagih ongkos. Cukup duduk manis sambil membuka dan menutup pintu saat murid naik ke atau turun dari bus.

Tapi ada tambahan persyaratan yang berat-berat ringan yaitu harus bisa berbahasa Inggris. Maklum, semua siswanya adalah orang asing. Sejauh yang aku tahu, hanya Jakarta International School yang mempekerjakan profesi ini. Jadi, meskipun banyak sekolah internasional di Jakarta saat ini, tidak semuanya menggunakan jasa bus chaperone.

Bangun Pagi

Untuk menjadi bus chaperone harus bisa bangun pagi, mirip penyiar Nuansa Pagi. Bagi yang rutenya Pondok Indah sekitarnya, pukul 06.30 bus chaperone sudah ditunggu oleh bus beserta sopirnya di sebuah tempat. Jadi, agak sedikit siang.

Tetapi bagi yang rutenya jauh seperti ke daerah Kebon Jeruk, harus bangun lebih pagi. Janjiannya di pool Blue Bird pukul 05.00. Jadi habis Subuh, kita harus langsung pergi dari rumah menuju pool. Dari sini bus berangkat menuju rumah murid dan menjemput mereka satu persatu.

Sekolah masuk pukul 07.30. Jadi mulai pukul 07.00 bus bergantian masuk ke sekolah. Pihak Blue Bird yang menempatkan orangnya di JIS selalu melakukan evaluasi agar bus tidak tiba terlalu cepat atau terlambat. Setiap semester jalur bus akan diperbaharui.

Kontrak dengan Blue Bird

Setiap hari dari Senin sampai Jumat, dibutuhkan lebih dari 150 bus untuk mengangkut murid JIS ini. Ukuran bus ada yang seperti travel Jakarta-Bandung, ada yang seukuran metro mini dan ada yang ukuran bus patas AC bangku 2-2.

Bisnis mengangkut murid sekolah ini sangat menguntungkan bagi Blue Bird. Sekali teken kontrak, hiduplah sampai setahun. Hampir dipastikan tidak ada bus yang nganggur. Setelah Senin-Jumat bus dipakai mengangkut anak sekolah, pada Sabtu-Mingggu biasanya sudah menunggu order mengangkut rombongan pelesiran.

Gaji

Bagi mahasiswa, menjadi bus chaperone sangat cocok. Disamping bisa mempraktekkan percapakapan bahasa Inggris dengan native speaker, gajinya juga lumayan. Kerjaanya juga ringan dan tidak mengganggu kegiatan perkuliahan.

Dalam satu rit bus chaperone mendapatkan upah sekitar USD 2.5. Waktu dulu pertama kali aku menjadi chaperone sekitar tahun 1994, satu rit sekitar Rp 5.500 karena 1 USD masih Rp 2.200. Sehari aku bisa dapat dua rit (ditambah jemputan siang). Jadi sebulan aku dapat Rp 220.000. Saat itu harga sebungkus nasi padang dengan lauk ayam goreng sekitar Rp 1.500. Tiket bioskop 21 di Ciputat masih sekitar Rp 3.000-an. Jadi, sebagai mahasiswa tingkat akhir sudah bisa mandiri.

Silaturahmi

Biasanya lowongan bus chaperone tidak diiklankan di koran, tetapi melalui getok tular di antara teman-teman bus chaperone. Sedikit nepotisme, sih. Aku sendiri mendapatkan informasi dari Dadi Darmadi (sekarang dosen di UIN dan kandidat dokter dalam bidang antropologi di Harvard University).

Rata-rata yang menjadi bus chaperone mahasiswa tingkat akhir dari berbagai perguruan tinggi di daerah selatan. Ada yang dari UI, UIN, Unas, dsb. Bahkan tokoh politik Fadli Zon dan Fit Yanuar dari CNI konon pernah menjadi bus chaperone.

Banyak teman lainnya yang sudah jadi “orang”. Deby Sumual menjadi penyiar VOA dan sekarang tinggal di Washington. Yusuf Arif bekerja di Emirates (aku pernah ketemu di bandara). Ratu Nurchasanah menjadi produser di Metro TV.

Dalam kesempatan ini aku ingin menyapa teman-temanku yang dulu sama-sama menjadi bus chaperone sekitar tahun 1994-1996 yaitu: Dody, Epy, Anita, Ine, Tricia, Akroman, Hujeri, Lita, Liiklai, Nuris, Husni, Pak Asep, Rini, Hima, Ratu, Deby, Indah, Motik, Sinta, Shanti, Mbak Enny, Bu Ninut, Bu Yusilvia, dan bosku Bu Nora. Siapa tahu dari blog ini aku bisa menjalin kontak lagi dengan mereka.

Tes Kesehatan

Bus chaperone perlu memiliki kesehatan yang prima. Karena itu setiap tahun kesehatan kami dites ulang, terutama untuk menghindari penyakit menular. Orang bule kan paling sensitif kalau bergaul dengan penduduk lokal. Cara yang dianggap tepat untuk mengetesnya adalah dengan ronsen.

Setiap chaperone juga dibekali P3K, termasuk cara untuk memberikan pernafasan buatan. Sampai aku berhenti, alhamdulillah keterampilan ini tidak pernah kugunakan.

Suka Duka

Sukanya menjadi chaperone adalah saat murid yang di bus berkarakter patuh dan bersikap manis kepada kita. Apalagi jika mereka suka mengobrol dengan kita, sehingga kita bisa praktek speaking English.

Suka yang lain adalah kita bisa mengetahui bagaimana murid sekolah internasional belajar. Hampir setiap hari ada saja yang mereka bawa sebagai prakarya atau project. Hari ini mereka membawa maket, besoknya membawa buku tebal berjilid-jilid. Tampaknya mereka tidak memakai buku teks khusus seperti yang digunakan siswa Indonesia. Jika mereka ingin menulis tentang Egypt misalnya, maka semua buku yang berhubungan dengan Egypt mereka bawa ke rumah.

O, ya. Pelajaran matematika mereka sebenarnya sangat ‘cetek’. Murid kelas empat banyak yang belum mahir perkalian dan pembagian. Bayangkan dengan murid Indonesia yang sudah sedemikian canggihnya. Tapi, akhirnya setelah kuliah kok kita kalah ya?

Setiap siswa boleh mengikuti ekstra kurikuler yang fasilitasnya sangat lengkap. Dari mulai renang, sepakbola, taekwondo sampai gamelan. Seumur-umur aku baru merasakan merdunya suara gamelan di sini. Suatu kali aku berkesempatan mencoba memainkan gamelan di sini. Ternyata memainkan gamelan tidak terlalu sulit, tetapi suaranya luar biasa indah.

Duka sebagai chaperone sangat sedikit. Kejadian yang agak berat adalah saat anak-anak di bus kita susah diatur. Pernah aku bermasalah dengan seorang anak TK Korea. Namanya Chung.

Meski masih TK badannya besar. Dia selalu menjadi trouble maker bagi anak lainnya. Seorang anak perempuan yang agak gemut dipanggilnya dengan Big Fat Gorila. Tentu saja anak perempuan tadi tersinggung.

Yang lebih parah, aku pernah diludahinya. Bahasa Inggrisnya yang terbata-bata membuat sulit komunikasi. Waktu itu di tv belum ada acara The Nanny sehingga aku belum punya pedoman untuk menaklukkan anak bandel.

Melihat hal ini aku hanya bisa membuat laporan pada log book dan menyerahkannya kepada wakil kepala sekolah, Mr McDowell. Akhirnya Chung diskors naik bus selama sebulan. Bagi orangtuanya, tindakan skorsing ini membuat mereka malu. Untunglah mereka tidak melakukan hara kiri. Eh, mereka kan orang Korea, bukan Jepang.

Setelah skorsing sebulan, Chang boleh naik bus lagi. Alhamdulillah sikapnya berubah menjadi anak yang manis. (Hery Azwan, Jakarta, 29/1/2008)

Iklan

46 tanggapan untuk “Bus Chaperone: Part Time Job Yang Menggairahkan

  1. ternyata, mantan pekerja ini pada jadi “orang” semua ya… atau jangan2, buat bisa jadi “orang” kudu bekerja jadi bus chaperone dulu ya? … ๐Ÿ™‚

    soal kemampuan matematika murid kelas 4 yg cetek itu menarik. jujur, aku sudah lama “gerah” dengan paradigma pendidikan indonesia yg menjadikan matematika sebagai “dewa” semua pelajaran .. gregetan mode on ๐Ÿ˜ฆ

    Hery Azwan: sekolah kita memang terlalu mendewakan IQ. Tapi, menarik juga Zon melihat Barrack Obama yang SD nya sebagian dihabiskan di Indonesia, tetapi bisa menjadi kandidat presiden, di Amerika lagi. Apalagi kalau dia terpilih menjadi presiden. Jangan-jangan di SD, anak tidak perlu masuk sekolah favorit. Yang penting banyak main dan belajar berteman, mengerjakan project, dan kegiatan yang menggunakan semua potensi kecerdasannya. Apalagi, jika anak boleh memilih pelajaran yang disukainya saja.

  2. salam kenal ye, boleh ikutan ngak nih, boleh tuh dari pada ngak ada kerjaan mendingan kerja di bus chaperone, lumayan bisa nambah nambah uang keperluan untuk tugas kuliah, dan siapa tau nanti bisa jadi orang penting, syaratnya apa aja tuh ? trim atas infonya loh

    salam kenal juga.
    hubungi aja Jakarta International School, Campus PIE.
    hubungi Ibu Nora (kalau masih ada bow).

    1. ibu nora masih ada pak ๐Ÿ™‚ kebetulan baru aja senin besok saya di panggil untuk interview hihi…wish me luck ya! dan salam kenal juga untuk semua para master chaperone…. ๐Ÿ˜€

  3. Ah Aku nemu tulisan menarik lagi …
    Aku tau Profesi ini pertama kali ketika aku mambaca bulettin internal Blue Bird Group …
    Waktu itu aku membaca adanya pemilihan awak Driver dan Chaperon teladan yang di lakukan oleh Blue Bird dan JIS kalo tak salah …

    Dan ketika aku membaca artikel itu … hhhmm sebetulnya jika kita mau … kita bisa hidup halal di Jakarta …
    Dan ditambah lagi abang menuliskan pengalamannya menjadi Bus Chaperon … hhmmm … This is quite an experience Bang …

    Saking nyamannya, ada teman saya yang masih jadi chaperone sampai sekarang….
    Beberapa hanya mengambil rit pagi sebelum mereka bekerja di kantor masing2, beberapa memang mengambil rit pagi dan siang. Di luar itu mereka bisa mengerjakan aktivitas lain, seperti bisnis.
    Rencananya, kita mau reuni bus chaperone nih, Bos.

  4. lita jg dulu cahperone, tp chaperone NZIS (New Zealand Int’l School).
    bnyk suka duka, klo lg traffic rasanya sedih bgt tp yah mau gimana lg…
    i love tihs job….

  5. Mulai dari murid Kindy sampai year 13, semua pernah lita bawa…
    tp skrg Lita sdh resign, sebagian dari murid2 Lita jg sdh pulang ke negara asalnya…
    duh jd kangen lg sama mereka semua, canda tawa mereka yang buat Lita semakin kangen sama kalian semua…
    love u guys…

  6. yg pasti bnyk bgt new experience yg Lita dpt selama jd Chaperone…
    skrg Lita lbh PD bila ktemu sm kaum expat….
    hehe…maklum sblmnya udh nervous duluan sih sblm ktemu, apalagi to talk with them…

  7. the last comment from me,
    Lita seneng udh bisa bergabung jd chaperone NZIS & JJS (Jakarta Japanese School). pernah jg jd chaperone JIS tp cuma 1 hari aja,hehe blm cukup umur utk jd chaperone JIS.
    Salam Kenal yah Hery Azwan….

  8. Aku pernah kerja jadi chaperone di BIS (British Int’l School) cuma setahun. aku resign karena mau nikah. Sekarang aku ingin kerja lagi tapi aku mau coba disekolah lain. Mungkin ada yang bisa bantuin dapat koneksi? Thanks ya…

  9. hey.. BIS lagi buka lowongan chaperone baru tuh (maret 2009)
    satu lagi… per run skr Rp.23.750.. tinggal kali 3 aja deh,.. (mudah2an tahun ini bisa jadi Rp.25rb/run yah..)

    1 tahun lalu aku chap di BIS.. sayang… pas mau di rekomendasi jadi LSA.. medical ak gagal.. 7bulan berlalu……. dan sekarang… AKU AKAN KEMBALI LAGI..!!

    Chaperone bukan di hitung dari seberapa besar fee yang kita dapat, tapi rasa kebersamaan dengan para chaperoners,murid,drivers dan para staff.. jauh lebih mahal harganya ๐Ÿ™‚

  10. Dear bus dads and bus mums,

    Please join Chaperone Facebook to broaden our horizons and make some new contacts. We also in friendster with the same email address. We’ll be waiting.

    Chaperone Chaperones

  11. Aku pernah kerja jadi chaperone di BIS (British Intโ€™l School). Sekarang aku ingin kerja lagi tapi aku mau coba disekolah lain. Biasanya dibulan Juni-Juli setelah “summer holiday” ada penerimaan chaperone baru. Mungkin ada yang bisa bantuin dapat koneksi? Thanks yaโ€ฆ

  12. hi her akhirnya ketemu juga… aduh ge sih duemuen banget jadi chaperone. kerja dikit, duit dapet, resiko minim, waktu seneng2, tetep poll, gak rugi deh buat yg pengen coba. pengen balik lagi nih, tp gw sekarang tinggal di bekasi, n numpang nanya, kalu berkerudung boleh ga ya…. info terbaru ya her….

  13. slam kenal buat semua yang masih atau yg dah ga jadi chaperone di sekolah manapun kalian pernah / sedang bertugas…gw juga pernah jadi chap di british 3th, sepenggal perjalanan sekaligus pengalaman yg amat berharga buat gw…ucapan salut buat yg nulis artikel ini bung Hery Azwan… ketika gw nemuin dan baca artikel ini spontan gw langsung ingat masa waktu gw masih aktif di chaperone (ketawa-tawa sendiri) ternyata salah satu yg berkomentar di atas (kuri) itu juga teman gw… hi kuri??? long time not see…how is it going?

  14. halo semua, iseng2 surfing kata google dapet tulisan ini , pas setelah di baca, ternyata semua sam ayah chap di indonesia ini (gak tau klo di luar)
    dan pas scroll down ke bawah, hahha nemu bebrapa alumni chaperone dari BIS , 2 org saya kenal, tapi klo yg lia, chaperone bis tahun brapa yah?

    1. Leader aku waktu itu sempat dengan pak Alwi dan terkahir dng bang Haji Rhoma Irama (julukan dia waktu itu). Ya, aku kenal taufik. Kalo kuri seperti lupa2 inget nich tapi kalo ketemu dengan kuri pasti aku inget deh. Dulu aku biasa di panggil Yusi (ingat?)…

      1. Aku ingat’nya ‘YOSI’.

        Dulu emang pernah ada Chap. yg nama’nya mba Yosi, rambut’nya pendek. dia di’kenal pintar n bisa 4 bahasa, tapi dia resign karna sakit n ga bisa perpanjang kontrak’nya.

  15. Aku kembaliiiiiiiiiiiiii…!!!!

    kemarin waktu makan Bakso malang ‘sang pacar’ bilang ke aku ”kamu pernah nulis comment di blog orang tentang chaperone yah?” untuk 25 detik, aku diem.. mikir… nah loh… aku salah apa nih…,

    ternyata aku baru inget.. wo’aaaaaaalah… Blog ttg chaperone toh…,
    Sekarang *tepat’nya lagi gratisan internet di BIS secondary Library* aku baca tulisan2 kaliaaan.. dan KA’TAUFIIIIIIIIIIIIK..!!! akhir’nya aku menemukan kamu di’sini….!!!!!!
    Untuk ka taufik : apa kabar???? aku kangen bgt!!

    aku inget banget ka taufik pernah bilang gini sama aku “Kuri… janganb menyerah untuk cari ilmu sebanyak2’nya, tingkat’kan karir dimana saja walaupun harus dari NOL..”

    thank you so much ka’ for your advice, aku bangkit dr ‘keterpurukan’ aku ttg medical test aku yg sempet gagal. But look at me now Ka’ taufik, Aku sekarang di’tempatkan di ‘dalam’. Dan semua ini berawal dari .. CHAPERONE ๐Ÿ™‚
    Ka’ taufik, ayo share..!!

    Untuk Lopez..
    Lopez.. kamu dulu kan chaperone juga di BIS.. dan sekarang jadi pacar aku..!!!

    Chaperone *ada cerita cinta di dalam chaperone*

    DUNIA ITU SEMPIT!!!

    Lia..? umm… sempet kenal ga yah? hohoho

  16. Hay lita kamu komen juga yaโ‚ฌ.. Aku juga bt nih udh setahun lebih jd cheprone di sph karawaci , slama kerja aku slalu masuk, walau sakit aku usahakan untuk masuk. Walau terkadang prnh telat, tp aku tetep masukโ€ข Pas ada pengurangan mobil, ternyata aku harus turun cadangan, dng alasan aku tdk bertanggung jawab, pdhal slalu masuk & gk prnh ada complain.justru yg pernah bolos dia naik batangan & anak baru juga lngsng naik btngan, aku bukan iri tp aku ngerasa aneh aja. Pdhal waktu brifing yg di pilih jd btngan tuh cheprone yg slalu masuk. Tp buktinya apa. Smua itu omong kosong. Ok klo seandainya atasanku menilai aku pny salah,tp aku ngerasa sm ortu murid gk ada mslah apa2, tp knp aku gk d beri kesempatan untk memperbaiki ksalahankuโ€ข Pdhal cheprone yg prnh ada complain`dr ortu murid malah di pilih lg, ini smua gk adil… Aku butuh keadilan…. Pdhal aku udh mengusahakan kerja untk semaksimal mungkin. Tp dia gk menghargai usaha aku slam ini, aku BT….

    1. Gk tau nih sampai kapan aku jd cadangan begini….. Knp aku harus dibalakangin…. Tp tuhan tau yg mana yg bener2 kerja, sm orang yg males2an…. Smua pasti bisa menilai tp mereka diam saja, huft……. Tp intinya koreksi aja diri sendiri sebelum anda berkata dng mengambil keputusan yg gk masuk akal….

  17. Dear all…lucu nih blog ttg dunia per-chaperonan, ehh ada ka taufik, kuri n lopez jg disini, how’s life going?? :p

    dulu gw juga pnh ngalamin jd chap di BIS yaa hampir 3taun (2008-2011), klo ngomongin suka n duka lebih banyak suka.nya, dukanya cuma bangun subuh, n school holiday otomatis gada pemasukan, hiks :(, klo da anak” yg kebangetan tgl kasih “pink card”, selese! hehe

    Seperti apa kt pepatah “It’s not the destination but it’s a journey” pengalaman(journey) di BIS ngebantu bgt ma pekerjaan gw yg sekarang yg ga jauh” juga dr anak” bule yg sesuatu bgt itu *lol*

    Best regards for all busmums&busdads^^

  18. Dear Hery, thanks so much.. I’ve read and impressed with your story… Being a bus chaperone, wherever you are, you have big responsibility.. you are the ambassador from school to the bus riders and to their parents as well..

    Hery, allow me to use your blog to inform people out there who are interested to apply as Bus Chap at JIS.

    JIS is still looking for Bus Chaperones for 2015/2016 School Year, if you are interested to be part of our “journey” and if you are 24 – 50 years old, speak and write English actively, trustworthy and willing to work with children, please submit your application as well as your updated CV to:
    Ibu Nora Dahlan at my email address: ndahlan@jisedu.or.id
    Please also attached valid KTP and updated photo.

    Thank you…

  19. Saya telat nih bacanya.hehehhe.. Saat ini saya juga bekerja jadi chaperone untuk bus sekolah BIS (British International School) yg sekarang jadi British School Jakarta. Menurut senior2 chaperone di BIS,, sejak BIS berdiri juga sudah pakai chaperone kok di setiap bus sekolah. Untuk kerja chaperone di BIS hampir sama ya kerja Chaperone JIS dengan BIS. Di BIS kita punya gedung untuk semua chaperone beristirahat sembari nunggu tugas siang atau sorenya, namanya Bus Office. Tapi untuk laporan, kita chaperone BIS punya leader untuk tiap2 group. Jadi laporan yg kita buat diserahin ke leader kita masing2. Dan kalo ada anak yg bermasalah, entah itu sama kita atau murid lain, leder kita minta kita bikin full report yg nantinya di baca sama manager bus office nya dan baru dilaporin ke pihak sekolah. Kalo sudah bikin laporan and udah nyampe ke pihak sekolah, anak yg trouble itu berarti udah dapet ‘Pink Card’ dari pihak bus office dan kalo 3x dapet pink card anak yg trouble itu ga boleh ikut bus selama seminggu. Tp biasanya si kalo udah sekali dapet pink card anak2 yg trouble jadi baik. Hahahah. Beberapa chaperone BIS sering di minta tolong sama pihak sekolah untuk bantuin di kelas-kelas atau cafetaria atau event olah raga. Mereka nyebutnya ‘helper’. Dan helper itu diupah juga tp dari pihak sekolah. Sebulan jadi helper lumayan bgt bisa buat jalan2 ke luar kota. Hehehe. Dan banyak beberapa yg dulunya helper sekarang jadi Teacher Assistant di sekolah BIS. Anyway,, jadi curhat nih di blog orang. Maklum saking senengnya karna ada juga orang yg ngebahas pekerjaan chaperone yg orang awam pandang itu adalah kenek bis sekolah. Heheheh.. Bravo chaperone ๐Ÿ˜€

  20. bu Nora, saya ingin sekali menjadi bus chaperone, tapi pendidikan saya masih lulusan SMA, dan baru berumur 22. keinginan untuk melamar profesi ini karna ingin menambah biaya kuliah juga latihan untuk persiapan tes Ielts nanti. apakah memungkinkan ya bu dengan data diri saya tersebut?

    1. Dear Rositha,

      Thanks atas minatnya untuk jadi Bus Chap di JIS, tapi mohon maaf masih belum bisa melamar karena usianya belum mencapai persyaratan minimal yaitu 24 tahun.
      Salam,
      Nora

      1. selamat pagi ibu Nora, saya sangat berminat menjadi chaperone atau busmom.. bagaimana cara melamarnya apakah setiap term selalu membuka lowongan? terima kasih bu Nora untuk informasinya..mohon balasannya ๐Ÿ™‚

  21. selamat pagi..mau tanya setiap term di british selalu buka lowongan atau tidak karena saya tertarik sekali bergabung dengan chaperone..mohon balasannya..terimakasih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s