Kualitas Indonesian Idol 2008 Meningkat?

Menurut Indra Lesmana, salah satu juri Indonesian Idol, kualitas peserta II 2008 meningkat dari tahun sebelumnya. Saya tidak percaya begitu saja.

Dari enam peserta pertama pada babak workshop malam Sabtu kemarin, ucapan Indra sedikit terbukti. Rasanya tidak ada pitch yang bermasalah. Semua peserta menyanyi dengan “aman” dan enak didengar.

Jika kita bandingkan dengan II 2007, jangankan di babak workshop, di babak spektakuler saja masih banyak yang suaranya lari ke mana-mana. Sepertinya pernyataan Indra tadi memperoleh dukungan.

Ketika enam orang terakhir tampil, keyakinan saya mulai berubah. Banyak peserta yang bernyanyi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Masalahnya macam-macam, mulai dari salah memilih lagu, kurang mendengar musik pengiring, kurang ekspresi, dsb.

Salah satu peserta yang mengecewakan juri adalah Safira. Di awal lagu, pitchnya kacau semua. Untunglah pada pertengahan lagu sampai akhir, keadaan mulai membaik. Padahal, di babak eliminasi, Safira cukup menjanjikan.

Selanjutnya, Tiffany, peserta yang “paling cantik” juga gagal menampilkan performa yang memuaskan. Suaranya tak seindah parasnya. Untunglah dia memperoleh banyak sms, sehingga tidak termasuk dalam empat peserta yang tersisih pada babak ini.

Minggu depan, tidak ada jaminan bagi Tiffany untuk terus maju jika tidak mengubah cara bernyanyinya. Tak tahulah, kalau penonton memang lebih mementingkan wajah daripada suara.

Sejauh ini, dari peserta wanita, saya menjagokan Della dari Jakarta yang terlihat sangat pede dan suaranya sudah jadi. Barangkali Della sudah biasa menyanyi dari cafe ke cafe. Yuka dari Aceh yang mirip Anggun juga cukup menjanjikan. Wulan dari Yogya juga cukup bagus, tapi untuk memperoleh dukungan lewat sms relatif sulit baginya. Dari awal Wulan sudah menyatakan tidak pede dengan tampilan fisiknya.

Pada edisi peserta pria keesokan harinya, saya kurang bisa memberikan ulasan yang menyeluruh karena keburu tidur pada peserta kelima. Menurut istri saya, Aris si pengamen kereta Jakarta-Bogor, mendapatkan standing ovation dari Titi DJ. Yang lain, saya tidak bisa berkomentar.

Dari sisi juri, saya sedikit terganggu dengan komentar Anang yang sering kontroversial. Entah ini sengaja diset atau tidak, tapi terkesan Anang selalu berbeda dengan kedua juri lainnya. Yang menambah tidak nyaman, Anang sering muter-muter dalam berkomentar sehingga agak membosankan. Ini berbeda dengan komentar Indra yang to the point, tapi mengena.

Secara umum, saya punya keyakinan kalau pernyataan Indra bahwa kualitas tahun ini lebih baik cukup terbukti. Bagaimana menurut Anda.

Iklan

17 tanggapan untuk “Kualitas Indonesian Idol 2008 Meningkat?

  1. Setuju nih dengan ulasan si Abang …
    Yang ngecewain lagi sebetulnya Gisel … peserta Surabaya yang punya Timbre khas .. tetapi kemaren sayang gak bisa keluar gara-gara salah milih lagu …

    Wulan ??? … tinggal Poles Bang …
    Aris ?? … sebetulnya keliatan dia rada canggung di panggung dan sedikit fales di interlude lagu kemaren … namun karena kita semua tau latar belakang dia … jadilah kecanggungan dan sedikit ke falesan tersebut di maklumi …

    Mengenai keseluruhan Kualitas … ???
    Mmmmm … yang sekarang timbre suaranya rada unik-unik …
    Kita liat aja polesan panggung mereka di pertunjukan mendatang …

    Benar, Bos.
    Kalau kita udah jadiin jagoan kita, biasanya kita akan memaafkan kesalahannya, apalagi kalau cuma sedikit.
    Barangkali, demikian jugalah hendaknya kita bersikap kepada pasangan kita, keluarga kita, bos kita, bawahan kita, pemimpin kita dan teman2 kita. Jika tidak, maka bubarlah hubungan harmonis yang kita impikan. Btw, kita? elo aja kalee, …..He he he. Salam, Bos.

  2. Anang keliatannya emang di “set” kontroversial om…biar kaya di Amrik..cuma aq nggak suka “gaya” bicaranya..terlalu kaku didenger..

    Apalagi waktu dia ngomong,”Aku…aku………..”
    Capek deh………

  3. Update Workshop 2 Mei 2008.
    The power of sms membuktikan sekali lagi keampuhannya tadi malam dengan selamatnya Gisel dan Safira. Keduanya bernyanyi sangat buruk. Ketiga juri kompak mengatakan kalau penampilan mereka di bawah standar.
    Apa mau di kata, yang menentukan adalah sms. Minggu depan, di babak spektakuler kita sebagai penonton siap2 menyaksikan kedua peserta yang seharusnya sudah angkat koper ini.
    Sebaliknya, Yuka yang bernyanyi sambil bermain piano –sesuatu yang jarang di ajang Idol — harus tersingkir karena kurangnya dukungan. Begitu juga dengan Ibeth yang relatif menghibur, harus puas berhenti sampai di sini.
    Kalau Wulan, tadi malam memang pantas tersisih karena penampilannya memang kurang menawarkan sesuatu yang outstanding.
    Tifany, tadi malam ternyata menyajikan hal yang tak terduga. Dia berhasil revans terhadap kegagalannya minggu lalu.
    Titi DJ yang menciptakan lagu yang dibawakan Tifany mulanya tak yakin Tifany bisa. Lagu ini menurut Titi sangat sulit, dan hanya Agnes yang mampu melantunkannya dengan sempurna. Ternyata Tifany bisa melakukannya.
    Akhirnya, saya setuju dengan para juri yang mengatakan Dela sebagai yang terbaik malam tadi. Gayanya menyatu dengan musik. Terlihat sangat profesional.
    Bagaimana menurut Anda?

  4. Pada babak wild card tadi malam, Ibeth dan Andi berhasil masuk ke babak spektakuler bersama 10 orang peserta yang lebih dulu terpilih. Wah, saya sebenarnya menjagokan Yuka. Memang sih, malam itu suara Yuka terlihat kurang fit. Mungkin karena dia terlalu keras berlatih. Untuk Indra sih sebenarnya tidak terlalu bagus juga, tetapi memang lebih baik dari minggu lalu. Kasihan Indra yang belum mampu menunjukkan kepada bapaknya yang polisi bahwa pilihan hidupnya memang benar.

  5. II 2008 kt sy lbh jelek dr II yg ada. Byk pserta yg djagokan keluar. Inilah nasib poling sms. Sy lbh snang pk juri vote lock.

    setiap system memang punya kekuatan dan kelemahan. juri vote lock pun pasti punya kelemahan, yakni yang menilai hanya sedikit (misalnya 100 orang) sehingga kurang mewakili selera semua penonton di Indonesia. Apalagi, jika kriteria orang yang jadi juri vote lock tidak jelas.

  6. Saya ngga rutin nonton Indonesian Idol 2008. Tapi iya, dari beberapa episode yang sempat saya tonton, komen Anang memang ngga enak didengar. Wagu. Maksa. Bener, capek dengerin dia…
    -Mee-

    Terima kasih udah mampir.

  7. dulu,waktu idol masih harus bersaing dgn afi mereka lebih mementingkan kualitas suara (joy,helena,winda,nania) tanpa melihat penampilan fifik semata namun sekarang terbukti mereka hanya menjual package luarnya saja.saya paling tidak begitu suka dengan season 2008 ini.kalo anag mau jadi cowell boleh saja namun sayangnya opininya terlalu kontroversial cenderung buat saya nggak yakin dia bener dengerin apa nggak sih.sya jagoin dela richo untuk tahun ini.

    Kalau jagoin Dela harus rajin sms untuk dia. Tadi malam dia hampir tereliminasi lho. Kalau Richo? Gayanya memang tengil dan pede banget. Kalau suara sih lebih mantap Aris. Sayang, Aris kelihatan agak kurang pede. Mungkin para psikolog agar lebih mengajari tata krama dan cara berbicara yang baik. Maklumlah dia kan dari jalanan, harus banyak mendapat pencerahan. Kalau suara, Aris gak ada lawan deh…

  8. Prediksi saya yang bakal masuk 3 besar yaitu Aris, Aji, Dela (dengan catatan Pemirsa Indonesia fair ngevotenya).
    Aris :
    * Asal tetap bertahan dengan gaya low profile-nya, tidak berubah sikap
    jadi sombong.
    * karakter suara sudah oke, akan lebih baik lagi kalo dia berani pilih lagu
    selain lagu rock supaya orang tidak bosan.

    Aji :
    * Tetap mempertahankan gaya uniknya.
    * Karakter suara sudah siip, tapi jangan sampai salah pilih lagu lagi (seperti
    babak spekta 1, nyanyiin lagunya beby romeo, kurang pas).

    Dela :
    * Lebih berani lagi berexplore

    Saya yakin, kalo ketiga kontestan diatas ngikutin saran saya, II 2008 akan bikin pertunjukan jadi SERU ABIS !! en pemirsa indonesia bener2 dibuat bingung mo pilih siapa untuk jadi THE NEXT INDONESIAN IDOL, semoga yang jadi II 2008 nanti gak malu-maluin (baca: PANTAS) bersaing di ajang WORLD IDOL.

    Dengan sangat menyesal prediksi Anda tentang Dela sudah buyar.
    Dela tereliminasi tadi malam.
    Ternyata orang Jakarta pada cuek terhadap wakilnya.
    Di sini terlihat sekali lagi bahwa sistem sms kembali memakan korbannya.
    Dela yang suaranya paling oke dari kaum perempuan Idol, dan penampilannya paling matang, harus tersisih.
    Tampaknya, ke depan Idol semakin tidak menarik.
    Yang masih bisa ditonton hanya Aris, Aji, Richo,Tifany dan Dina.
    Kalau yang lain, perlu upaya keras untuk dapat menghibur penonton.
    Jadi malas nih nonton episode berikutnya.

  9. Rasanya, II episode 30 Mei 2008 kemarin ancurrrrr banget.
    Tidak ada yang mengesankan, setelah Dela tersisih minggu lalu.
    Aris yang mempunyai banyak simpatisan terlihat seperti orang berteriak.
    Suaranya membuat kuping saya sakit.
    Yang lainnya, tak ada yang istimewa.
    Kayaknya II 2008 bakal kehilangan daya tariknya.
    Dibanding Mama Mia 2 yang tayang pada jam yang sama di Indosiar, rasanya kualitas vokal II gak ada apa-apanya.
    Di Mama Mia 2 persaingan begitu ketat.
    Meski masih ABG, tetapi kualitas vokal mereka cukup menarik untuk selalu ditunggu.
    Setelah minggu ini, nggak tahu apakah II 2008 masih dinantikan oleh pemirsa.
    Kita tunggu saja…

  10. Rajin juga Bapak yg satu ini ngikutin acara ini… 🙂
    Aku sempat nonton spektakuler show episode ke 2 yg lalu. Hanya satu yg paling memorable penampilannya, yaitu Aji. Lagu Ketahuan yg dibuat swing benar2 memukau. Bahkan gara2 itu, anakku yg baru kelas 6 SD bilang: “Ternyata jazz enak juga ya…”

    Anak2 harus dibiasakan dengerin jazz, biar otaknya lebih berkembang. He he…

  11. Jelek…jelek…banget…dibandingkan dengan II sebelum-sebelumnya.
    Prediksi gw ini season terakhir…

    Apalagi, sekarang tinggal 6 orang, tidak ada lagi yang bisa ditonton: Patudu? Beto? Gisel?
    Walau agak mendingan, Dyna, Aris dan Aji sering tidak stabil.
    Benar2 abis…..
    Mendingan juga nonton Mama Mia 2 yang lebih kompetitif.
    Meski masih ABG, suara mereka dahsyat sekali…

  12. grand finalisnya Aris dan Gisel lho… hayo, yang selama ini menjelek-jelekkan Gisel. bisa kayak Delon nih, yang dulu juga sering dikritik tapi bisa sampai final. wah… Aris dong… ayo dong…!

  13. Kenapa sih kita ga pinter milih penyanyi idola ?
    Kalo kita cuma bisa milih penyanyi berdasarkan latar belakang ekonomi atau karena modal tampang doank gimana mau maju industri musik indonesia.
    Biarlah kita memilih berdasarkan memang orang tersebut bisa nyanyi dan memang berpotensi bukan cuma karena sekedar tampang ganteng/cantik atau karena simpatik penggemar saja.

  14. ,,di result show, gisel nunjukin kualitas suaranya.. gw juga gak nyangka kalo suara dia bisa sebagus itu ngebawain lagunya sarah brightman.. Indonesian Idol kecolongan..

    bukan kecolongan, Giselnya aja salah strategi…
    Coba kalau dia seperti itu dari awal…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s