Aksi Simpatik Memperingati HBN 2008

Saya baru pulang dari mengikuti Aksi Simpatik memperingati Hari Buku Nasional 2008 yang diadakan di sekitar Bundaran Hotel Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 400 orang yang dikoordinir oleh Ikapi DKI dan Perpusda DKI. Kami membagikan suvenir kepada pengandara mobil dan motor yang lewat di sekitar sana.

Aksi simpatik yang bertema “Aku bisa karena aku baca” ini memperingati hari buku ke 58 yang sebenarnya jatuh pada tanggal 17 Mei 2008. Acara ini diliput oleh TV One, Metro TV, Trans TV, Jak TV, Indosiar, Jak TV dan Tempo. Kalau Anda beruntung, wajah saya dapat disaksikan di salah satu stasiun tv di atas. Hmm…

Hari ini saya berangkat dari rumah lebih cepat dari biasanya. Pukul 05.15 saya sudah keluar dari rumah. Ya Allah, jam segini, ternyata jalanan sudah ramai sekali. Angkot di depan mobil saya terlihat sudah penuh, sebagiannya oleh anak sekolah. Jam berapa mereka dari rumah ya?

Saya mampir sebentar ke kantor yang ada di Pulogadung sambil menjemput teman yang akan ikut acara ini. Kami menuju rumah Sekjen Ikapi di daerah Bondowoso, Menteng.

Karena rumah beliau terletak dekat Taman Menteng, eks stadion Persija, aku menyempatkan diri jalan-jalan di taman. Taman ini sangat asri. Berbagai tumbuhan ada di sini. Alangkah indahnya jika lebih banyak taman seperti ini dibangun.

Walaupun demikian aku sedikit menyayangkan pemeliharaan taman yang kurang optimal. Terlihat bekas pembungkus rokok, plastik dan kertas berserakan. Dasar orang Indonesia, memang tidak bisa menjaga kebersihan. Tempat bagus-bagus, tetap saja dikotori.

Setelah sarapan lontong cap gomeh yang membuat lidahku menari-nari, kami beranjak menuju Wisma Nusantara, sebelah hotel Nikko. Di lobi hotel ternyata sedang ada siaran langsung TV ONe. Rupanya setiap hari TV One melakukan siaran langsung dari sini untuk acara Apa Kabar Indonesia.

Tampak Indi Rahmawati dan Indriato Priadi sedang mewawancarai Joko Supriyanto dan Ivanna Lie tentang piala Thomas dan Uber. Indi yang asli lebih cantik daripada di tv. Kalau Joko, ya memang atlet. Jadi, gitu deh. Kalau Ivanna kelihatan lebih putih aslinya dari yang di tv.

Sebagaimana kita ketahui, kemarin tim Uber kita berhasil mengalahkan Jerman 3-1 dalam semi final. Pertandingan kemarin memang sangat dahsyat. Setelah era Susi Susanti, rasanya belum ada tim Uber kita yang sehebat tim ini. Sementara tim Thomas kita baru bertanding semifinal hari ini.

Aksi simpatik sebenarnya mulai pukul 08.00, tetapi atas permintaan TV One, acara dimajukan pukul 07.30. Walau semua peserta aksi belum tiba, TV One menilai stok gambar yang diambil sudah memadai.

Pada pukul 08.00 acara resmi dimulai dengan sambutan ketua Ikapi pusat Setia Dharma Madjid. Selanjutnya peserta aksi mengelilingi bundaran HI sambil membawa spanduk. Setelah itu, peserta membagikan suvenir berupa poster, kipas, dan pulpen kepada pengendara.

Terbayang sudah betapa lelahnya pedagang asongan yang setiap hari melakukan hal ini. Kami saja, yang hanya membagikan stiker tanpa harus menjual, merasakan capeknya aktivitas ini, meski cuma 2 jam. Di tengah panasnya matahari pagi, keringat deras mengucur. Kaki yang tidak biasa berjalan juga mulai pegal-pegal.

Pukul 09.00 wartawan tv lain mulai berdatangan. Secara bergantian mereka mewawancarai ketua Ikapi.

Inti dari acara hari ini sebenarnya hanya dua: aku berhasil menginjakkan kaki di air mancur bundaran HI dan Taman Menteng. Dasar norak bin katro…O, ya foto-fotoku akan segera ditayangkan setelah kuterima dari fotografer.

SELAMAT HARI BUKU NASIONAL 2008.

Iklan

8 tanggapan untuk “Aksi Simpatik Memperingati HBN 2008

  1. Senangnya bisa “turun kejalan” lagi..terlebih melakukan aksi simpatik!. Saya masih ada rasa “trauma” dengan kejadian 10 tahun yang lalu “turun kejalan” bersama teman2 lembaga kemahasiswaan se bandung raya.

    Dengan membaca tulisan bung Azwan..saya terkenang “peristiwa Mei 1998”

    Semoga aksi-aksi yang lain, khususnya aksi tentang BBM bisa se Simpatik yang dilakukan teman2 di IKAPI dan Perpusda DKI

    SELAMAT HARI BUKU NASIONAL 2008 !!

    Terima kasih atas ucapan selamatnya.

  2. HHmmm …
    Abang masuk TIPI nggak ya … aku liat … aku liat …
    Aku pantengin ntar malem …
    hehehe

    Kayaknya berita ini kurang menjual, Bos. Ketutup sama demo minta turunin BBM.

  3. kalo gitu saya tidak katro ya, karena sudah injakkan kaki di bunderan HI dengan Riku 2 tahun yal. Tapi cuman injak saja, abis nyebrang dari wisma nusantara ke gran hyatt. hehehe.

    Selamat Hari Buku Nasional.
    Saya ingat sekali waktu masih di jakarta setiap ada pameran IKAPI pasti pergi (di senayan) trus borong buku. Pertama kali pergi umur 7 tahun, dibelikan papa buku 20 buku, habis dalam satu hari. hihihi emang nerd sih.
    Sekarang kalau ada pameran buku pas libur ke jkt, belanja pakai uang sendiri…lebih terasa berat dan mahalnya…
    Saya tetap berharap semakin banyak terbit buku bermutu, lalu buku menjadi murah dan bisa terjangkau masyarakat luas. Dan semakin banyak orang mau menggunakan waktu untuk membaca daripada nonton sinetron… (aku kok sirik banget sama sinetron ya? hihihi)

    Wah, Ibu nggak katro lah…Masa tinggal di Jepang dibilang katro. Nonton sinetron kalau dulu adalah nonton film India. Durasinya bisa tiga jam. Teman2 saya di masa kecil dulu senang sekali menontonnya. Jangan2 yang nonton sinetron karena nggak mampu beli buku…

  4. Wah…. asik ya tinggal di Jakarta, ada acara ini itu bisa ikutan, ada show2 bisa nonton, pokonya banyak bgt ya asiknya, kalo di Lhokseumawe kekna sepi2 aja tuh, tapi walau bagaimanapun, selamat hari buku juga deh, meski masih sering ngebajak buku (ngopi sebagian) juga sih, habis budget terbatas, jadi cari2 akal biar bisa baca, kan aku bisa karna aku baca ya kan? tapi ada juga kok yang asli,peace!!!

    Kalau ngopi sebagian, apalagi untuk kepentingan akademis, sebenarnya masih dimaafkan. Btw, ntar lagi buku2 top dapat diakses melalui Google Book Search. Beberapa penerbit besar sudah memasukkan bukunya ke sana. Hanya saja cuma 20% yang bisa didownload.

  5. Selamat ya Mas Hery.
    Selamat Hari Buku Nasional semua!
    Budayakan membaca ya….

    Selamat juga Mas.
    Semoga rakyat Indonesia semakin gemar membaca.

  6. eah, salut juga kepada mas azwan yang telah ikut berikparh dalam membangun budaya literasi di negeri ini. mudah2an aksi itu bisa menggugah bangsa ini utk gemar membaca buku. 🙂

    Ah, Pak Sawali bisa aja memujinya. Saya justru salut dengan Bapak yang telah meluncurkan kumpulan cerpennya di TIM hari Jumat kemarin. Sukses selalu, Pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s