Komen terhadap Komen

Dalam dunia perblogan, komen merupakan suatu fasilitas yang sangat penting. Mungkin, komen inilah yang menjadi kelebihan blog dibanding sarana informasi lainnya. Tanpa komen, sebuah postingan sebagus apapun, terasa kurang afdhol, bagaikan sayur tanpa garam.

Seiring dengan perkembangan jagad perblogan, komen terhadap komen juga mutlak dikelola oleh pemilik blog sehingga blognya akan dinilai oleh pengunjung sebagai blog yang ramah dan bersahabat. Di awal saya ngeblog, saya tidak pernah peduli apakah komen saya akan dijawab oleh pemilik blog. Tapi lama2 saya penasaran juga sehingga selalu kembali melihat tanggapan dari postingan yang telah saya komentari.

Banyak blog yang serius dalam memberi komen atas komen, tetapi banyak juga yang asal ada. Ada blog yang tidak pernah melewatkan satu komen pun tanpa dikomentari. Yang menakjubkan, komen terhadap komennya bisa lebih panjang. Wah, luar biasa keseriusannya. Dengan layanan yang luar biasa ini, setiap pengunjung pasti akan ketagihan untuk datang lagi.

Pada komen biasanya pengunjung blog ada juga yang bertanya, bukan berkomentar. Nah, pertanyaan seperti ini sangat perlu ditanggapi oleh empunya blog dengan jawaban yang memuaskan.

Saya sendiri terkadang memang pilih-pilih dalam memberi komen terhadap komen. Jika tidak perlu ditanggapi (misalnya saja orang yang curhat), ya sudah. Saya tidak perlu lagi menanggapinya. Tetapi jika saya menganggap perlu, baru saya menanggapinya.

Kalau komennya cuma satu baris, biasanya saya malas menanggapi, karena komen yang seperti ini biasanya cuma sekedar basa-basi untuk silaturahmi. Apalagi jika komennya cuma,”Setuju Pak”. Bagaimana saya harus menanggapinya lagi?

Selain itu, banyak komen di blog saya bukan dari blogger, melainkan dari orang kesasar yang mencari lewat Paman Google. Kalau sudah begini, biarpun dikomentari, biasanya dia tidak akan kembali lagi. Tipe pengunjung seperti ini kan cuma hit and run. Beda dengan blogger yang sudah menjadi ‘captive market’ . Halah…

Bagaimana dengan Anda?

Iklan

10 tanggapan untuk “Komen terhadap Komen

  1. Blog saya sepi, tidak serame blognya om azwan..hehehe…tapi saya tetap posting hal2 yang menurut saya perlu diposting. Saya suka “maen” ke sini karena ide dan tulisannya “simple tapi siiip”.

    Address blognya mana, Mas? Kok nggak ada. Gimana bisa saya kunjungi? Terima kasih atas pujiannya yang tulus. He he…

  2. wew… pengunjung blog itu kayaknya memang memiliki beragam karakter, mas aswan. ada juga yang kebetulan sednag jalan2, kok tertarik, lalu mampi dan meninggalkan jejak komentar, mungkin sekadar untuk menyapa tuan rumah. tapi ada juga yang memang diniatkan utk silturahmi. nah alangkah senangnya mereka yang mampir k rumah kita, entah hanya sekadar jalan2 atau memang diniati silaturahmi kalau kita respon dengan snyuman, hehehehe 😆 *nyambung ndak yah?*

    wow, avatarnya ganti nih ye…memang yang kesasar ini juga harus disambut dengan senyum. siapa tahu kembali lagi. atau paling tidak, senyuman tadi dibaca oleh pengungung berikutnya.

  3. Swetujuh … !!!
    (yang ini ndak usah dikomentari balik ya Bang …)
    Huahahaha …
    BTW ini berkait dengan tulisan saya mengenai knowing your friends juga nih bang … asik-asik …

    Nggakpapa dikomentari lagi. Benul eh betul…Postingan ini terinspirasi dari positangan Knowing Your Friends di blognya Bos.

  4. Ini pengalaman mas, yg lalu2 kalo ada komentator masuk blogku, biasanya aku langsung menuju blognya untuk nanggapi komentarnya, tapi lama2 aku sadar kalo sebenarnya mereka “tamu” yang datang selain kunjungan balik, juga akan senang bila tanggapan mereka ditanggapi, termasuk saya sendiri…
    nah loh panjang kan mas…hehehe… ini sriuz ko’ mas…..

    ehm…serius nih, bu rita? bolehlah panjangnya…
    salam dari jakarta untuk semua yang ada di sorowako

  5. kalau aku sih selama komennya bertemakan sama ya dirapel aja tanggapannya hehehehe.. abis kalo satu2 akunya gak sempet sih…..

    perlu dikomentari lagi nggak ya? udah cukup kalee!

  6. heheheh saya mau menulis komentar pada topik tentang komen terhadap komen.
    Dulu saya tidak perhatian yang begituan mas. Karena memang sibuk dan baca langsung ngabur. Sekarang saya yang begitu, selalu kunjungi balik lagi blog yang pernah saya kasih koment (ngga pake RSS- males) Dan senang kalau komentar kita ditanggapi, atau bahkan kalau orangnya juga dolan ke tempat kita. Jadi timbal balik lah. Sekarang saya usahakan selalu membalas komentar yang diberikan pengunjung blog dan ngintip blog mereka.
    (Ngga usah dikomentarin bang….duh kayaknya emang enakan bang ngikutin pak trainer…heheheh)

    Sesuai dengan permintaan Bu Imel untuk tidak dikomentari, maka saya tidak akan memberi komentar. Lho, ini namanya apa kalau bukan komentar? Gubrak…

  7. hmm…waktu ita awal ngeblog, gak peduli tulisan kita dikomentari ato gak. pokoknya tulis ajah. lama2 muncul tmn2 yg setia utk kasi komen terhadap tulisan ita *duh senengnya*. dgn senang hati ita kasi tanggapan atas komen mrk n ada kunjungan balik ke blog mereka *seperti skrg* 😀

    memang lama-kelamaan kebutuhan dalam dunia perblogan meningkat seiring dengan semakin akrabnya satu blogger dengan blogger lain.

  8. Pak Azwan
    Ak tersinggung nih … walaupun belum jadi blogger, tapi ak termasuk pengunjung setia blog HA. bukan orang kesasar. Jadi kalo sudah niat melayani, jangan pilih2 ya. Semoga tambah ngetop.

    Sorry deh Pa Tugi, kalau membuat tersinggung. Maksud saya dengan kesasar itu, yang sekali-kali. Eh, ternyata banyak juga pengunjung setia seperti Pak Tugi ini. Kalau yang seperti ini pasti akan dilayani dengan baik. Siip lah..

  9. Bagi saya, komentar adalah berkah. Ada kan yang ngamuk-ngamuk karena blognya tidak dikomentari seleb?

    Nah, karena itulah komentar akan saya beri tanggapan plus bonus kunjungan balik. Namun, kadang-kadang memberi tanggapan atas komentarnya dirapel.

    Terima kasih sudah berkunjung, Pak.
    Salam kenal.
    Memang asyik kalau blog kita dikunjungi seleb seperti Pak Arif ini.
    Ehmmmm…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s