KDRT Lagi

Gizca, anak pasangan Dewi Yull dan Ray Sahetapy, diberitakan media menjadi korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Dia akan melayangkan gugatan cerai ke pengadilan agama.

Kalau mendengar berita tentang KDRT ingatanku pasti akan langsung tertuju pada adikku paling bungsu yang mengalami hal sama. Adikku menikah bulan Mei tahun 2007 lalu di Medan, tempat dia dan orangtuaku tinggal. Baru tiga bulan menikah, adikku melapor kepada orangtuaku kalau suaminya memukulnya.

Dia melapor, bahwa sebenarnya, saat pacaranpun dia pernah dipukul. Namun karena cinta, akhirnya dia tetap bersikeras menikah juga. Cinta yang aneh…

Ayahku yang sedari awal kurang sreg dengan sang menantu langsung “naik pitam”. Apalagi setelah mendengar laporan kalau sang menantu “menghina” keluarga kami. Putus sudah kesabarannya.

Tampaknya, cerai adalah solusi terbaik. Setelah diminta berpikir berkali-kali adikku pun ternyata setuju dengan solusi ini.

Maka, disewalah pengacara untuk mempercepat proses perceraian ini. Dalam dua kali sidang, maka jadilah adikku sebagai janda, yang dalam masyarakat kita sangat berkonotasi negatif.

Untuk menghilangkan memori masa lalunya dan menghindari potensi gangguan dari mantan suaminya, adikku berangkat ke Bandung, bermukim di rumah adikku yang nomor dua. Dengan kepindahan ini dia otomatis berhenti dari pekerjaannya di Medan.

Di Bandung, adikku mulai merenda hidup baru dengan mengikuti kursus rias pengantin sambil melamar kerja ke sana kemari. Beberapa bulan kemudian kami melihat adikku sudah bisa melupakan kegetiran hidupnya. Rencananya, dia akan membuka salon sambil membuka jasa rias pengantin. Beberapa peralatan juga sudah dibeli di Pasar Baru Jakarta.

Akhirnya, pada awal bulan Juni ini adikku pulang ke Medan. Katanya dia akan membuka bisnis di sana. Kamipun senanglah dibuatnya. Paket yang berisi peralatan rias pengantin aku kirim lewat bus ALS biar murah dibanding harus membayar kelebihan bagasi di Cengkareng.

Sehari setelah tiba di Medan, orangtuaku serta kami abang dan kakaknya bagaikan mendengar petir di siang bolong. Adikku minta balik lagi ke mantan suaminya. Gubrakkkk….Entah apa yang bergelayut di benaknya.

Ayahku sudah patah arang. “Kalau mau kembali sama dia, cari sendiri walimu. Ayah sudah muak melihat mukanya”. Ayahku murka semurka-murkanya.

Adikku berkilah kalau dia masih cinta dengan mantan suaminya. Bayangan sang mantan selalu bersemi di hatinya.

Bahkan dia berdalih kalau teman-teman wanitanya juga diperlakukan sama oleh suami-suami mereka. Dia dengan yakin mengatakan kalau dia sudah memahami siap dipukul suami jika kembali menikah.”Nggak sakit, kok. Mukulnya pelan.” belanya.

Ayahku dan mamiku semakin pusing dibuatnya. Mereka sampai tidak bisa tidur sampai pukul 03. pagi setiap hari. Berbagai upaya sudah dilakukan seperti membawanya untuk dinasehati seorang ustadz.

Namun, adikku tetap keukeuh dengan keputusannya. Benar-benar dibutakan oleh cinta. Apalagi, saat ini sang mantan sedang tidak bekerja.

Ayahku sangat sedih dengan sikap adikku ini. Dulu, waku masih bekerja di perkebunan dan hidup terpisah dengan anak-anaknya yang tinggal di Medan, ayah selalu mengkhawatirkan dua anak perempuannya yang sudah beranjak remaja. Alhamdulillah, mereka dapat berkeluarga dengan lancar.

Sekarang, setelah pensiun dan bisa dibilang menongkrongi anak perempuan tercintanya, kok malah kejadiannya seperti ini. Ayahku merasa sangat terluka.

Sampai saat ini, adikku masih mengurung diri di kamar. Dia hanya keluar kamar untuk makan. Memang luar biasa pengaruh cinta.

Adapun mamiku, karena tidak tega, akhirnya mengusahakan jalan tengah agar adikku bisa dinikahkan oleh ustadz sebagai walinya. Sang ustadz mengiyakannya dengan syarat sang pria harus ditatar dulu olehnya sehingga tidak mengulangi perbuatannya lagi. Jika setelah ditatar tidak ada perubahan, sang ustadz juga tidak merekomendasikan untuk rujuk.

Melihat kejadian ini kok aku serasa sedang menonton sinetron atau infotainment. Peristiwa yang selama ini kupikir hanya terjadi di tv, kini keluarga kami mengalaminya sendiri. Adik kami rupanya benar-benar sudah dibutakan oleh cinta.

Menurut pemikirannya, menjadi istri yang disakiti barangkali lebih baik, daripada menjadi janda kesepian dan selalu dicibir masyarakat. Dahsyatnya sebuah cinta. Apapun dikorbankan, termasuk tidak dianggap lagi sebagai bagian dari keluarga.

Fenomena KDRT dalam masyarakat, apalagi sampai ada pemahaman bahwa ini merupakan suatu yang wajar, harus kita cermati. Jangan-jangan pada budaya tertentu hal ini malah dilegalkan dalam sebuah sistem. Menjadi perhatian pemuka agama dan tokoh masyarakat untuk menghapus KDRT dalam masyarakat kita. Jangan biarkan korban-korban berjatuhan.

Iklan

9 tanggapan untuk “KDRT Lagi

  1. BangHer…
    Kayaknya si Adik harus terus diawasi nih, karena bakal bahaya kalau dia terlalu cinta dan patah hati karenanya. Mungkin ada baiknya mendekati mantan suaminya itu; ajak bicara baik-baik. Kalau bukan Bapak yang dekatin, mungkin BangHer sebagai kakaknya…
    Tapi.. saya ga tau lagi deh, Bang. Terserah keluarga aja. Saya kok malah ikut campur yaa…

    *jujur saya sedih sekali… kok bisa hanya karena malu dengan status akhirnya rela dipukulin oleh suami yang seharusnya membelai sayang… duh, Bang… saya sampai ga habis pikir! *
    *maaf emosi* 😦

    Makasih empati dan idenya, La…

  2. HHHmmm Bang …
    Ini kisah nyata ternyata ya Bang …
    Kok ada ya bang …

    Aku juga setengahnya tidak percaya …
    Tapi ini lah hidup …
    We never know … we never know

    Aku berdoa semoga di berikan jalan yang terbaik untuk semuanya ya Bang …
    Salam saya Bang …

    Makasih, Bos.
    Semoga ada jalan keluar yang baik…

  3. begitulah mas azwan, kaum perempuan bisa demikian tabah dan sabar mempertahankan kesetiaan pada lelaki yang dicintainya *sok tahu* temen saya juga mengalami hal demikian. kita hanya bisa berharap agar sang lelaki bisa “menyembuhkan” penyakitnya itu. apapun alasannya KDRT tetep nggak bisa dibenarkan. semoga suami adik mas azwan bisa mengubah perangainya.

    Mudah2an bisa berubah ke arah yang lebih baik, Pak…

  4. Menurut pemikirannya, menjadi istri yang disakiti barangkali lebih baik, daripada menjadi janda kesepian dan selalu dicibir masyarakat.—- yah akhirnya wanita yang menjadi korban.

    Kalau tidak menikah sampai tua….. dicibir
    Kalau menikah tapi serasa neraka …..tidak ada yang bantu
    Kalau cerai dan menjanda….. dicibir lagi

    Sulit memang kedudukan sebagai perempuan. KDRT juga kebanyakan korbannya wanita dan anak-anak. Karena itu pendidikan wanita amat penting supaya wanita itu kuat dan di lain pihak masyarakat sudah waktunya merubah penilaian terhadap wanita.
    Biasanya kita baru memikirkan hal-hal seperti ini jika kita sendiri atau saudara/keluarga mengalaminya.

    Semoga Ustad berhasil menatar mantan adik ipar abang. Manusia sulit untuk berubah tapi bukannya tidak mungkin berubah. Semoga Adik Bang Her juga bisa berpikir jernih apakah keputusan untuk rujuk sudah merupakan keputusan final. Dia juga harus disadarkan apakah dia rela misalnya kelak sudah mempunyai anak, anaknya disiksa oleh sang suami. (Jadi ingat scene di AADC) Kemungkinan-kemungkinan itu harus dipikirkan.
    Saya doakan masalah ini bisa cepat selesai.

    Arigato atas dukungannya Ime-sama…

  5. Cinta…begitu hebatnya, sampai seseorang tidak bisa berpikir secara rasional lagi…kadang saya sebagai perempuanpun jg gak ngerti dengan jalan pkiran perempuan yang kayak adiknya Pak Hery, tapi bagaimanapun juga itu pilihannya..dan kita mau tidak mau harus menghormatinya, dan mendoakan semoga ini awal yang terbaik…Amin

    Terima kasih untuk doanya, Mbak Oni…

  6. si suami perlu ditatar bagaimana bisa bersabar pada istrinya,…
    si istri perlu ditatar bagaimana berperilaku yang baik pada suaminya,…

    kalau salah seorang marah, pasangannya sebaiknya diam

  7. Have you ever thought about including a little bit more than just your articles?
    I mean, what you say is fundamental and all. But just imagine if you added some great graphics
    or video clips to give your posts more, “pop”!
    Your content is excellent but with pics and clips, this blog could certainly
    be one of the most beneficial in its field. Amazing blog!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s