Mengapa Rama Harus Bohong?

Heboh mengenai kebohongan publik yang telah dilakukan Eko Ramaditya ikut membawa-bawa nama Grafindo Media Pratama sebagai penerbit buku Blind Power, tempat saya bekerja. Saya pribadi shock bercampur sedih mendengarnya. Klaim Rama selama ini bahwa dia menjadi music game composer untuk beberapa game terkenal dari Jepang dan Korea ternyata cuma isapan jempol.

Rama mengaku kalau selama ini dia telah membohongi publik. Pengakuan ini ditulis dalam sebuah pernyataan yang ditandatangani Rama dan bermaterai, serta direkam dalam sebuah website.

Mengapa semua ini bisa terjadi?

Beberapa kali saya berkunjung ke rumah Rama di daerah Bekasi. Kunjungan pertama dalam rangka penjajagan pembuatan buku, sementara kunjungan berikutnya untuk menjemputnya dalam acara bedah buku yang diadakan penerbit kami. Pada pertemuan awal di rumahnya saya sedikit menyelidik untuk mencari-cari keberadaan alat musik. Memang akhirnya saya tidak bisa menemukan keyboard, MIDI atau alat musik apapun yang bisa digunakan sebagai input device untuk membuat sebuah komposisi musik.

Setelah saya tanya ke Rama, dia menjawab kalau dia melakukannya dengan menggunakan software khusus, jadi tidak memerlukan sebuah alat musik. Mendengar hal ini saya percaya begitu saja kepadanya dan tidak berusaha mengejar lebih lanjut bagaimana Rama melakukannya. Dalam hal ini saya telah berprasangka baik (husnuzon). Barangkali memang ada software secanggih itu yang bisa mengeluarkan suara berbagai alat musik. Demikian dalam hati saya bergumam.

Waktu berlalu dan buku Blind Power pun terbit. Buku ini diluncurkan pertama kali di Restoran Munik, Jl Matraman pada bulan Agustus 2008, yang dihadiri oleh Ketua DPD saat ini Bapak Irman Gusman. Pada saat itu beliau bahkan menjanjikan untuk membelikan laptop baru buat Rama. Acara berlangsung dengan heboh dan meriah. Setelah peluncuran buku ini, Rama sering tampil di media elektronik, memanfaatkan jaringan relasi yang dimilikinya. Salah satu media yang rajin menayangkan Rama adalah Kick Andy (Metro TV). Mungkin sudah lebih dari 3 kali Rama tampil di acara yang inspiratif ini. Belum lagi pada acara off air. Selain itu ada TVONe.

Saya bahkan sempat menemani Rama tampil di Selamat Pagi Trans7, TVRI dan Smart FM. Tak terhitung media yang memuat profil dan resensi buku Rama. Bedah buku juga sudah dilakukan di berbagai tempat seperti pada event Indonesia Book Fair 2008, toko buku Gramedia dan TB Tisera. Dalam setiap penampilannya, Rama selalu menunjukkan kebolehannya mengetik di atas tuts laptopnya yang bisa mengeluarkan bunyi laksana suara robot.

Meskipun demikian, sambutan terhadap buku Rama tidak seperti yang diharapkan. Selama hampir dua tahun, buku ini baru dicetak dua kali, masing-masing sebanyak 3.500 eksemplar, sehingga total ada 7.000 eksemplar. Jauhlah jika dibandingkan dengan Laskar Pelangi atau Negeri 5 Menara yang dalam waktu 9 bulan sudah dicetak100.000 eksemplar. Bahkan sejak awal tahun 2010 buku ini mulai ditarik dari toko buku karena penjualannya yang relatif lambat (slow moving).

Penjualan yang terbesar adalah lewat Rama pribadi yang membawa buku ini saat dia diundang untuk memberikan training motivasi ataupun seminar di berbagai instansi dan lembaga pendidikan. Pada setiap acara biasanya Rama memesan 100 sampai 300 eksemplar ke penerbit. Jika Rama sudah tampil di podium, maka siapapun yang mendengar pasti akan tersihir dan terkagum-kagum dengan tutur katanya sehingga hadirin terdorong untuk membeli bukunya.

Saya belum bisa memahami mengapa Rama sampai hati menipu publik. Mengapa dia harus mengklaim sebuah karya yang bukan diciptakannya? Tidakkah dia sadar ada banyak orang yang bisa memverifikasi kebenarannya?

Ah Rama….

Seandainya dia bukan seorang music game composer pun, publik akan tetap mengaguminya. Bahasa Inggrisnya yang fasih dan telah didemonstrasikan berkali-kali, cara bicaranya yang sangat runut dan memikat, kualitas vokalnya yang mikroponis, kemampuannya menulis dan menyunting, kepiawaiannya bermain recorder, sosoknya dalam balutan kostum Star Wars beserta pedang light sabernya, menurut saya sudah cukup baginya untuk menjadi some one special.

Setelah peristiwa ini saya berharap Rama bisa mengambil hikmahnya. Rama harus siap menerima sanksi dari publik. Entahlah, setelah kejadian ini apakah masih ada orang yang akan mengundangnya sebagai pembicara public ataupun untuk memberikan training motivasi.

Iklan

23 tanggapan untuk “Mengapa Rama Harus Bohong?

  1. Bang Hery,

    Aku tidak tahu apa yang membuat Rama berbohong. Tapi kasus seperti Rama itu banyak 🙂 Apalagi jika mengaitkan dengan kata JEPANG! Mungkin mereka menyangka tidak akan ada yang bisa menelitinya. Tapi jangan salah, karena Jepang punya uang banyak untuk bisa meneliti semua orang asing yang memakai kata Jepang, dan …menuntut.

    Aku sebetulnya sudah curiga dari awal karena memang tidak pernah mendengar nama orang Indonesia yang canggih di media Jepang. Tapi aku pun bukan robot yang baca media 24/7, sehingga mungkin saja terlewat.

    Spt saya katakan, banyak orang yang memanfaatkan kata Jepang. Sama seperti pelatihan otak tengah, yang pernah ditanya oleh temanku. Saya sampai tanya ke Gen, dan dia tidak tahu. OK, mungkin kami kuper, tapi kalau mau menyelidiki lebih lanjut mungkin bisa, tapi aku rasa, aku tidak mau buang waktu membuktikan kebohongan orang 🙂 (Toh ngga dibayar ini heheheh)

    Ada satu lagi pertanyaan temanku sebetulnya (ditanyakan oleh beberapa orang kpdku) yaitu ttg seseorang yang pernah tampil di acara Kick Andy juga :D. Aku kenal orang itu, tapi buat apa aku menjelekkan orang lain kan. Seluruh perbuatan mereka adalah tanggung jawab mereka juga.

    Setelah acara itu, tak lama ada berita seorang dosen tamu dari LN (kalau tidak salah Turki) yang mengaku mengambil doktor di bidang canggih kemudian ketahuan bahwa mempunyai ijazah aspal. Dan dia langsung dipecat. Aku cuma berharap jangan ada orang Indonesia memalukan negara kita di LN…itu saja. 😉

    Sebetulnya pihak media harus lebih teliti sebelum mengorbit orang. Karena memang banyak orang yang mau terkenal shg “menambah-nambahi” kemampuannya. Seseorang yang mumpuni biasanya tidak menggembar-gemborkan keahliannya :).

    Semoga saja, aku tidak demikian, tidak menambah-nambahi atau menggembar-gemborkan sesuatu yang sebetulnya tidak aku punyai kepada khalayak ramai. Semoga Tuhan selalu mengingatkanku. Dan aku merasa aku tidak perlu kok menjadi terkenal. Aku lebih senang diingat menjadi seorang yang baik daripada diingat sebagai “selebritis”.

    Salamku Bang…. jangan terlalu dipikirkan, karena kejadian seperti ini BANYAK terjadi, cuma belum ketahuan saja hehehe.

    EM

  2. media indonesia mudah sekali dibohongi. Krn pekerjanya kurang keahlian, tidak kritis, malas, dan mau cepat dpt duit. Tapi itu ciri umum manusia indonesia. Makanya jadi gak maju2. Jadi ingat: Meirizal (mantan aktifis yg jadi penipu Probest), Anne Ahira, Roy Suryo, Hamzah Haz Cs (gelar palsu), dan dosen2 plagiat. Apalagi koruptor yg suka bangga2 via TV n koran mgn jasa2nya.

    1. Kalau generalisasi tentang manusia Indonesia, nggak usah lebay. Proporsional saja. Anda tahu tidak persentase yang curang sama yang tidak? Anda punya statistiknya? Anda punya data lengkapnya? Kalau tidak ada, Anda memang berlebihan dalam menilai sesuatu.

      Jadi, lain kali, kalau komentar yang proporsional. Anda orang terdidik kan? Pasti tahu bagaimana caranya menjadi orang yang proporsional.

  3. HHmmm …
    Seperti yang saya tulis di postingan saya tentang Rama …

    Untuk RAMA …
    Please don’t push your self too hard …

    Karena benar seperti Abang bilang … sebetulnya kemampuan ITnya, kemampuan bicara, main recorder dan sebagainya sudah sangat nyata membuat dirinya someone special … (tanpa embel-embel game music composer)

    Saya hanya bisa berharap Rama (dan juga kita semua) bisa belajar dari peristiwa ini

    Salam Saya Bang

  4. Aku kaget ketika beberapa bulan yang lalu sebuah komentar masuk ke postinganku soal Rama. Isinya adalah untuk mencabut “pujianku” terhadapnya. Sempat terpikir untuk mengkorfimasinya ke ente, tapi urung kulakukan…

    Aku setuju dengan Wempi, apa sesungguhnya motif Rama melakukan ini? Adakah sesuatu yang menekannya? Maksudku, menekannya untuk mengatakan kalau dia berbohong? entahlah, yang pasti aku tetap menghargai Rama sebagai orang yang memberi inspirasi.

  5. saya mengacungkan jempol kepada rama karena dia mau jujur. banyak org yng berbuat gak bener tapi menutup-nutupi. mungkin rama hatinya gelisah karena kebohongannya. memang orang bohong untuk menutupi kebohongannya harus dengan kebohongan yg lain.

  6. menurut pembicaraan dr para gamers di dunia maya, awalnya pas para member forum game liat acara yg menampilkan rama. nah mereka yg emang kutu game itu kaget pas denger lg yg dimainin rama pake suling ternyata bukan lagu rama. pas ditelusuri emang ada penciptanya bukan rama. trus pembicaraan mengenai ini makin panas. rama diundang bt mempertahankan statemennya. tp tau2 begitulah. langsung mengakui kalo dia memang ngaku2 aja

  7. saya memang pernah sekilas membaca tentang kebohongan Rama..tapi ini lumayan detail dari bang hery
    yahh apapun kita, kita (saya pribadi khususnya) akan mengambil hikmahnya..
    sebenarnya dengan kemampuan yang ada kita bisa membuat orang mengagumi kita..tentunya kemampuan yan positif, tanpa perlu melakukan pembohongan (apalagi pembohongan publik)

  8. Banyak kejadian pembohongan kepada publik di Indonesia ini yang tidak ketahuan. Para koruptor atau mungkin orang penting di negara ini juga mungkin melakukannya. Bedanya mereka tidak mengaku kalau mereka melakukan pembohongan kepada publik. Saya salut kepada Rama, dia mau mengakui kesalahan kepada publik. Walaupun demikaian kita tidak tahu sebenarnya apa yang terjadi. Semoda dalam kejadian ini masyarakat/publik dapat mengambil hikmahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s