Guru Privat

Guru Privat
Resource: http://www.jakartacity.olx.co.id

Menjadi guru privat kerap dianggap sebagai profesi yang dipandang sebelah mata oleh sebagian orang. Dalam persepsi kita, guru privat biasanya hanya cocok dilakoni secara sambilan oleh mahasiswa, atau sambil menunggu panggilan wawancara untuk pekerjaan tetap setelah lulus kuliah.

Beberapa jasa guru privat yang kita kenal antara lain guru mengaji, guru bahasa Inggris, guru fisika, guru matematika, guru music (piano, gitar, vocal). Tokoh pendidikan terkenal seperti Pak Arif Rahman, konon juga pernah menjadi guru privat. Bedanya, beliau tidak mau mendatangi murid, tapi muridlah yang harus mendatangi beliau.

Tapi pernahkah Anda membayangkan kalau guru privat juga bisa dijadikan profesi yang menggiurkan?

Saya mengenal sosok unik ini secara tidak sengaja saat saya meeting dengan bos saya di rumahnya. Kebetulan saat itu anak sang bos sedang les privat bahasa Inggris.

Sosok yang akan saya ceritakan ini memang tipe seorang yang loyal dengan profesinya sebagai guru bahasa Inggris privat. Dari pengucapannya (pronunciation) dalam bahasa Inggris yang saya dengar dari ruang sebelah saat beliau mengajar, saya dapat memastikan kalau beliau sangat kompeten. Mulanya saya mengira kalau beliau orang asing.

Sebagai informasi, beliau telah melakon profesi ini lebih dari 20 tahun. Sebuah konsistensi yang sangat mengagumkan. Saya belum sempat mengkonfirmasi apakah beliau pernah kuliah di luar negeri.

Penasaran ya, berapa penghasilan beliau?

Menurut bos saya yang anaknya menjadi murid beliau, tarif les privatnya sebesar Rp 300.000 per kedatangan, setara dengan satu jam pertemuan. Dalam sebulan, seorang murid rata-rata hanya mendapat jatah 4 kali pertemuan. Mahal banget ya!

Bayangkan berapa penghasilannya dalam sebulan? Asumsikan saja setiap hari beliau mampu bekerja selama rata-rata 7 jam, maka seminggu (6 hari kerja) beliau punya 42 jam, dan sebulan ada 168 jam. Jika dikali 300.000, maka total yang dia raih per bulan Rp 50,4 juta. Fantastis bukan?

Gaji tersebut barangkali sama dengan gaji Kepala Cabang bank ternama atau sama dengan direktur di perusahaan BUMN. Bayangkan jika beliau tahan bekerja 10 jam per hari. Pasti lebih banyak fulus yang masuk ke kantongnya.

Target market beliau adalah murid perorangan di seputar kawasan Menteng. Segmennya mulai dari ibu2 pejabat, anak sekolah, sampai artis yang mau go internasional. Waktunya sudah fully booked sehingga beberapa murid harus waiting list selama 2 bulan.

Untuk menyiasati Jakarta yang macet, beliau tidak menggunakan mobil. Sebagai gantinya beliau menunggang motor bebek, sehingga kemacetan Jakarta dapat ditembus dengan cepat. Jika perpindahan dari satu murid ke murid lain terlalu lama, maka waktu optimal beliau untuk mengajar bisa berkurang. Ini tentu tidak mengungtungkan.

Ketika ditanya kenapa beliau tidak membangun kursus bahasa Inggris sehingga muridnya lebih banyak, dia menjawab bahwa kepuasannya ada pada aktivitas mengajar, bukan menjadi pengelola kursus. Dengan hanya menjadi guru privat, dia bisa menyaksikan secara langsung perkembangan anak didiknya. Tentunya hal ini tidak mungkin dialaminya pada lembaga kursus yang diajar oleh banyak guru.

Demikianlah, profesi apapun kalau ditekuni bisa menjadi penopang hidup. Intinya, kita harus mengetahui apa yang menjadi kompetensi inti (core competence) kita. Setelah kita mengetahuinya, kita harus mengoptimalkannya. Kisah tadi mengingatkan saya pada cerita tentang kura-kura yang mengajak kelinci lomba lari dengan syarat kura-kuralah yang menentukan aturan main. Akhirnya kura-kura berhasil memenangkan pertandingan. Kok bisa? Karena kura-kura yang menentukan rule of the game, tentu saja dia membuat rute yang mudah buatnya yaitu melewati sungai. Dalam hal berjalan, kura-kura memang lambat. Tapi dalam hal berenang, kura-kura sangat gesit.

Akhirnya, tentu saja kelinci tidak berani menyeberangi sungai, sehingga melengganglah kura-kura sebagai pemenang lomba.

Anda tertarik menjadi guru privat? Silakan saja, yang penting syaratnya dapat dipenuhi. Syarat yang paling berat tentu saja kompetensi dalam berbahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan. Kalau diukur dengan skor TOEFL haruslah di atas 550. Bisa di angka 600 lebih baik, meski bukan jaminan. Syarat berikutnya tentu saja, penguasaan atas metode mengajar yang efektif dan mudah dicerna oleh murid. Syarat lainnya yang berlaku juga untuk profesi lain adalah personality yang menarik. Murid tentu tidak suka belajar dari guru yang merengut terus.

Lalu bagaimana memulainya? Mulailah dari mengajar privat tetangga sekitar rumah atau kompleks. Untuk aktivitas promosinya, gunakan website atau brosur. Dengan website atau group di FB memang coverage-nya lebih luas, tetapi tidak semua permintaan bisa kita layani karena mungkin jaraknya terlalu jauh dengan rumah kita. Berminat? Monggo dicobaโ€ฆ.

KESEMPATAN EMAS
Bagi kamu yang pengen bisa berbicara bahasa Inggris dalam waktu singkat dan tinggal di sekitar Telkom University Buahbatu, saya membuka kelas CONVERSATION ENGLISH.
Jumlah Pertemuan: 10 kali
Durasi Tiap Pertemuan: 60 menit
Mulai: Kapan saja (minimal 2 orang)
Metode: Direct English (langsung bercakap2 dalam bahasa Inggris), Mendengar Lagu, Menonton Film/News
Target Peserta: Mahasiswa, Siswa SMA, Karyawan
Biaya Paket: Rp1.250.000
DIJAMIN ANDA LEBIH BERANI BERBAHASA INGGRIS, TIDAK TAKUT SALAH
Yang berminat, kirim email ke heryazwan@gmail.com

Iklan

39 tanggapan untuk “Guru Privat

  1. well Bang Hery,
    sebelum saya datang ke Jepang, itulah profesiku. Mengajar bahasa Indonesia untuk orang Jepang. Memang aku datang ke rumah mereka, tapi dijemput pakai mobil(supir) mereka. 20 th yang lalu sejamnya 50-100rb loh. Max 3 jam, min 2 jam.
    Tapi semuanya memang bergantung pada iklan dari mulut ke mulut.

    EM

    Wow, Ime-chan sudah melakukannya 20 tahun yang lalu. Wah, 100.000 20 tahun yang lalu setara berapa ya kalo sekarang? Bisa 500.000-an tuh….Dahsyat….

    1. BIcara soal honor fee biaya les privat , sebenarnya seiring inflasi rupiah dari tahun ke tahun mengikuti deret geometri dan peningkatan harga bahan bakar motor dan segala peningkatan biaya piranti kehitupan lainnya . tarif les privat tiap pertemuan malah cenderung merosot katakanlah harga statis tapi nilainya di matauang dolar merosot , kalaupun ada kenaikan tarif les privat ya tidak signifikan , paling 10% . Hukum alam memang , makin banyak orang bisa menjadi guru privat maka makin turun penawaran .

  2. 300 ribu satu kali datang …???
    waw … ini luar biasa sekali …

    jika profesi tersebut ditekuni secara sungguh-sungguh dan dengan hati senang …
    saya kira pundi akan mengalir mengikutinya

    salam saya Bang

    Bener bos, 300 ribu per jam. Mantap ya…. Salam kangen bos…

  3. waw profesi dan penghasilan yang sangat menarik, membuka wawasan kita bahwa untuk mendapatkan uang tidak harus dengan selalu mencari kerja dan jadi pegawai kadang dengan berdikari pendapatannya lebih besar, tinggal bagaimana kita menggali potensi diri..

  4. Wah, saya tahu betapa pekerjaan ini kalau dikerjakan dg serius bisa membuahkan penghasilan lebih dari pekerja kantoran biasa. ๐Ÿ™‚
    Seorang guru di bimbingan belajar yang nyambi memberi pelajaran privat ke anak didiknya, sekali datang dibayar 100rb rupiah. Bayangkan, dalam sehari dia memberi les ke dua anak. Seminggu lima hari, jadi sebulan ada kira-kira dia mendapat 4 juta rupiah hanya dari hasil privat. ๐Ÿ˜ฏ
    Belum gaji dari bimbingan belajarnya. ๐Ÿ˜ฎ

  5. Bang Hery….
    Untuk pengajar yang kompeten…biayanya pakai dolar.
    Saat anak saya harus ikut test UI, untuk program int’l yang test dan kuliahnya pengantarnya bahasa Inggris, padahal dia tak pernah mau kursus…terpaksa saya panggil guru privat, kebetulan native speaker untuk seminggu.
    Biayanya USD 200 per jam…..itu tahun 2002. Alhamdulillah si sulung bisa lulus test.

  6. Luar biasa, … saya sependapat Jika kita terpokus dan tekun pada satu pekerjaan maka hasilnya juga akan luar biasa,…
    Thanks buay sharingnya…

  7. Gak segitunya bro…i guru privat juga lulusan Tokyo i, UI dan UGM, I juga nyambi jadi guru privat, masih ngasih ada ngajar kelas 50 per sesi dan privat 60 ribu perdatang terkadang sehari cuma ngajar 1x saja kok. So jangan lihat terlalu tinggi ….Ganbate kudasai

  8. saya sebagai guru privat sekaligus pengelola biro privat , belum pernah merasakan ngajar 2 jam 300 rb hehehe tapi grup 3 anak ngeleles selama 4 jam non stop dapat 350 rb. besar kecil biaya les yah tergantung kemampuan ekonomi ortu nya siswa. yang bisa bayar 300 rb perjam pastinya penghasilanya pulahan juta perbulan. ada ortu tinggal di permahan “relatif mewah” untuk sd 60 rb saja masih nawar….
    tapi ada juga ortu yang baik hati.. ketika sy yang ngajar minta fee 150 rb eh ditawar jadi 200 rb.. ngga nolak lah hahaha..
    memang pas musim ujian paling banyak permintaan les.. sampai2 pengahasilan dari les sampai 10 jutaan. lumayan.

    jadi guru les tidak sulit, yang penting asah kemampuan yang dimiliki apakah itu matematika, IPA, akuntansi, SENI dll… tinggal ga malu2 untuk posting di internet

    selamat mencoba

  9. Wah, sya juga kebtulan pernah menjadi guru privat, banyak sekali suka dukanya, tapi apapun profesi kita, kalau itu halal dan membawa kebaikan ga akan ada istilah hina atau tidak terhormat dengan profesi guru privat terseut

  10. saya membuktikanya,,,,jujur bisa sampai 4,5 juta/BULAN…..tapi harus diingat bahwa guru privat juga sistem musiman lho kayak duren. Tapi beneran kalau mau kita tekuni hasilnya patut DIBANGGAKAN

  11. saya masih mahasiswa, mengajar privat matematika dan sains untuk siswa sekolah internasional, biasanya 100-300rb/jam, tergantung kemampuan orang tua yg bersangkutan. sy tidak pasang tarif spesifik, tapi segitulah yg selama ini sy terima. bagi sy yg penting anak didik sy paham, gak masalah mau tarifnya brp. dari profesi ini sy bisa dpt penghasilan bulanan sekitar 2-3x lipat dr dosen sy yang berstatus PNS. Yang penting niat, usaha dan ketulusan dlm mengajar, uang bisa dtg sendiri belakangan.

  12. ya,sy juga ngajar privat selepas ngajar sekolah dipagi hari….alhamdulillah,nda pernah pasang tarif…judulnya berkah,berbagi ilmu yg sdikit….

  13. Berarti saya kemurahan ya….SD kelas 3 sd 300 rb / bulan…sminggu 3 x…pulang pergi jalan…yang 1 SMP 500 rb / bulan..sminngu 2 x..pp naik ojek 15 rb per pp…smua ny 1 sesi 1 stgh jam

  14. Cerita itu memang tidak aneh dan saya sudah membayangkannya 13 tahun yang lalu, walaupun saat itu saya merasakan banyak saudara, teman, dan bahkan ortu murid privat saya, yang memandang rendah profesi guru privat. Pada saat itu saya all out menjadi guru privat dan bimbel part time sampai 4 tahun, selepas lulus kuliah di bandung tahun 2003. Saya merasakan sekali suatu hal yang kontra diktif, karena saking enjoynya saya dengan pekerjaan sebagai guru privat sehingga menjadikan uang bukan menjadi motivasi utama, tetapi malah uang mengalir bak air bah dengan sendirinya hehehehe,,,, profesi ini harus berakhir karena ortu kurang setuju dengan profesi saya yang ‘hanya jadi guru panggilan’, walaupun dari profesi itu, saya sudah bisa membeli motor baru, menicil rumah di bandung, dan mulai merintis bimbel kecil2an di rumah ortu yang hanya buka pagi-siang hari saat menjelang SPMB/SNMPTN saja………….. ๐Ÿ˜€

  15. Professi saya beberapa tahun lalu, sungguh ada kepuasan tersendidi apabila hobby bisa mendapatkan income… skrg mw start all over again….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s