Pattern of Excellence

Sungguh beruntung aku bisa mengikuti training Pattern of Excellence yang diadakan oleh Adam Khoo Learning Technologies. Gimana gak untung, wong dibayari kantor. Untuk bisa ikut training ini peserta lain harus merogoh kocek sebesar 12 juta rupiah dari kantong pribadi. Kantorku hanya membayar Rp 8 juta. Lho kok bisa?

Ini terjadi karena anak bosku pernah ikut program ini. Sebagai alumni, jika ada anggota keluarga atau teman yang ikut, maka harganya bisa dikorting. Mengapa kok aku yang ditawari training ini? Ini bermula dari pemimpin perusahaanku yang melihat perubahan besar dalam diri anaknya setelah selesai mengikuti pelatihan Super Kid I’m Gifted So Are You. Sang anak seolah telah diinstall oleh program perilaku baru yang membuatnya tidak perlu lagi disuruh-suruh untuk belajar.

Selain itu, sang anak juga telah memiliki perilaku positif, bertanggungjawab, dan berani tampil. Perlu diketahui saat ini sang anak duduk di kelas satu SMP sebuah sekolah internasional. Berawal dari sinilah sang ibu tertarik untuk ikut. Tapi apa daya, beliau tidak punya cukup waktu (4 hari di akhir pekan). Akhirnya, rejeki memang nggak ke mana.

Lalu, mengapa aku yang dipilih? Salah satunya karena training disampaikan dalam bahasa Inggris, entah karena positioning atau karena trainer Singapore yang satu ini nggak mau belajar bahasa Indonesia (seperti yang dilakukan James Gwee yang sudah sangat fasih hatta bahasa Indonesia slank sekalipun). Kebetulan di kantorku tidak banyak yang bisa berbahasa Inggris. Jadilah, nasib baik jatuh ke tanganku.

Sekali lagi, jika kesempatan bertemu dengan persiapan, maka jadilah sebuah nasib baik. Selanjutnya, di last minute, ada tambahan satu teman kantor yang ikut. Dari tadi kok ngomongnya tentang nasib baik melulu sih? Ya iyalah, karena aku memang sudah lama mengimpikan bisa mengikuti training NLP. Selain itu, pada training ini aku memperoleh pencerahan yang mentransformasi hidupku ke arah yang lebih baik. Hari Pertama Sesi di hari pertama dimulai pukul 14.00. Aku sudah datang pada pukul 13.00 saking antusiasnya. Di gedung BNI Wisma 46, tempat AKLTG berkantor, masih sedikit peserta yang datang. Awalnya kami sempat kesasar ke gedung BNI yang sebelah depan.

Menjelang pukul 14.00 peserta yang berjumlah 50 orang diminta berkumpul di depan pintu masuk ruang training. Pintu masih dalam keadaan tertutup. Di atasnya tertulis,”You will get more if you participate 100%. Rupanya di dalam para coach yang merupakan alumni angkatan sebelumnya sedang memanaskan badan dengan lonjak-lonjak mengikuti dentuman musik. Peserta yang di luar berusaha membuka pintu dengan paksa, tapi coach yang di dalam dapat menahannya.

Akhirnya kuberanikan diri untuk mengambil inisiatif. Aku mendorong sendiri pintu dan tak ada perlawanan berarti dari dalam. Masuklah aku ke dalam ruangan yang sudah dipenuhi para coach. Sebenarnya aku berniat keluar lagi, tapi ditahan oleh para coach. Akhirnya pintu pun bisa didobrak oleh semua peserta. Mereka masuk dan disambut hi five oleh para coach dan semua pun berlonjak meningkatkan energi.

Adam memulai sesinya dengan membacakan beberapa rule. Pertama: semua peserta harus berpartisipasi 100%. Jika ada kalimat dari trainer yang perlu disempurnakan, maka sempurnakanlah. Jika ada pertanyaan, jawablah. Jika diminta angkat tangan, maka angkat tanganlah. Jika ada yang mau sharing, jangan malu-malu mengambil kesempatan. Anggaplah mike sebagai opportunity. Yang menarik dari training POE ini adalah minimalnya pemakaian Power Point. Semua bahan ditulis secara LIVE oleh trainer di atas 2 flip chart yang ada di kanan dan kiri panggung. Kertas yang berisi tulisan ini kemudian ditempelkan di dinding sehingga peserta dapat melihatnya sepanjang acara. Keesokan paginya, trainer akan menginstruksikan peserta untuk saling menerangkan materi yang tertempel di dinding secara berduaan. Dengan menerangkan ke orang lain, maka materi akan masuk ke long term memory. Layar hanya digunakan untuk memutar film.

Dalam mengikuti training ini, menurut trainer, ada 4 tipe orang. Yang pertama mengatakan, “Training ini nggak akan bermanfaat bagi saya”. Orang kedua mengatakan,”Kita lihat saja nanti”. Orang ketiga mengatakan,”Saya akan mencobanya”. Orang keempat,”Saya akan berpartisipasi seratus persen. Maka, jadilah orang yang keempat karena orang inilah yang akan banyak menerima manfaat. Lalu trainer menjelaskan apa yang dimaksud dengan NLP. N artinya Neuro atau otak. L artinya Language atau bahasa. P artinya Programing. Otak manusia terdiri dari trilyunan sel yang membentuk hubungan. Tidak ada perbedaan signifikan antara jumlah neuron satu orang dengan yang lain. Karena itu, apa yang mungkin bagi orang, mungkin juga bagi saya. Semuanya hanya masalah strategi. Lanjut besok ya….Ngantuk euy….

Iklan

5 tanggapan untuk “Pattern of Excellence

  1. waaaaahhhhh bang, aku tunggu lanjutannya… Selalu penasaran dgn NLP.
    SEnangnya bang Hery bisa terpilih, sehingga bisa cerita ke kami-kami ini.

    EM

    Terima kasih atas apresiasinya Ime-chan. Aku jadi semangat nih menuliskannya….

  2. hahaha… aku dah nunggu tulisan ini dari lama,
    tapi begitu muncul, malah berhenti mendadak, kayak mobil direm tiba-tiba… penasaran euy…
    ayo bro, dilanjut…. 😀

    Sorry bro, lagi banyak hajatan. He he….Lanjutannya udah ada tuh seri 2 dan 3…Semoga bermanfaat….

  3. Bagi sebagian scientist, NLP dikategorikan kedalam pseudo-science, karena memang tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Sama seperti training yang mencerdaskan orang dengan mata tertutup, apa ya lupa namanya. Tapi apakah semua yg tidak ilmiah benar-benar tidak bermanfaat? Kalau pernah dengar istilah efek plasebo, mungkin bang Hery akan berpikir kembali. Bahwa obat palsu yang hanya berisi tepung saja dan tidak memiliki khasiat apa2 ternyata dapat menyembuhkan orang lho. Saya tiba2 teringat tentang efek ini saat membaca penuturan bang Hery mengenai taruhan atau tipe2 orang yg mengikuti NLP, ada yg percaya dan ada yg tidak. Jika kita menganalogikannya dgn plasebo yg diberikan oleh seorang dokter terkemuka yg memiliki reputasi yang sangat baik, bisakah seorang pasien berkata tidak kepada obat yg diberikan kepadanya, meskipun obat itu ternyata obat palsu? Well I can’t judge, but money can’t tell lie. Can it? 🙂

    Betul bro. Saintis menganggap NLP sebagai pseudo sains. Kisah placebo ada di seri #3 ya….

  4. jika kesempatan bertemu dengan persiapan, maka jadilah sebuah nasib baik …
    Kalimat ini striking banget !!!

    Mengenai training NLP ?
    aaahhh ini training yang paling ingin saya ikuti …
    jauuuh lebih menarik dibanding … Training Pencerahan yang hanya mengandalkan ke flamboyanan sang pembicara … kepiwaian meramu kata-kata indah …
    (hahaha)(you know who I mean bang …)

    Saya tunggu kelanjutannya Bang

    Salam saya

    Bos, kalau kepengen kenapa nggak ikut trainingnya? Minta dibayarin kantor aja bos. Manfaatnya bagi trainer pasti sangat banyak. Di Indonesia banyak providernya seperti Indo NLP, Sinergi Lintas Batas yang semuanya sudah certified dari Richard Bandler. Kalau langsung ke Richard Bandler juga bisa. Investmentnya bisa USD4.000. Ha ha…Kalau yang lokal aja bisa 14 jeti bos….Sudah gitu, 7 hari berturut2 lagi. Memang bukan training biasa bos…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s