Ada Materi Iklan Pertama di Dunia di Ephesus (Liburan di Turki #8)

Dalam postingan sebelumnya sudah diceritakan kalau tour guide kami pingsan di House of the Virgin Mary dan akhirnya digantikan oleh tour guide anyar bernama Nizam yang ternyata lebih humoris, ramah dan kadang slengean. Dalam postingan kali ini kita akan banyak mengeksplor kota kuno Ephesus yang sudah berumur lebih dari 3.000 tahun.

Berfoto di depan Library of Celcus, Ephesus
Berfoto di depan Library of Celcus, Ephesus
Nizam membawa kami ke kompleks kota Ephesus yang konon terkubur karena gempa. Kota ini ditemukan kembali di awal abad 20 setelah ada proyek penggalian yang dilakukan oleh arkeolog dengan teknologi modern atas dukungan pemerintah Turki dan UNESCO. Nizam sangat pintar memainkan kondisi psikologis kami. Dia tidak mau menghabiskan semua informasi yang dimilikinya, tetapi pelan-pelan mengeluarkan informasi bersejarah sambil menunjukkan bukti-bukti arkeologis yang masih tersisa. Terkadang yang tersisa hanya dua pertiga bangunan aslinya, terkadang hanya setengah, bahkan sepertiga.
Nizam membawa buku bergambar tentang Ephesus. Di buku ini ada lembar khusus berbahan plastik yang membandingkan bentuk asli dan bentuk terkini dari bangunan. Pada setiap tempat atau sesi yang dijelaskan, Nizam selalu memberi kesempatan kepada kami untuk berfoto.
Beberapa peninggalan boleh disentuh, sebagian lagi tidak boleh. Yang tidak boleh disentuh terutama bangunan yang belum sempurna wujudnya dan khawatir akan runtuh jika disentuh.
Air mancur kota, taman, tempat sidang, tempat pemandian, perumahan kaum elit masih dapat diidentifikasi. Bahkan, toilet umum juga masih utuh tersisa. Yang lucunya dari toilet ini tidak ada penyekat antara satu WC dengan WC yang lain, sehingga sesama pembuang hajat dapat saling melihat. Tak terbayang kalau ini terjadi sekarang.
Ephesus terletak dekat laut sehingga dulu ada pelabuhan atau dermaga tempat kapal bersandar. Kini dermaga sudah tidak terlihat lagi, bahkan laut sudah sangat jauh dari bukit ini.
Pemandian umum atau yang dikenal dengan Roman Bath, diteruskan oleh Ottoman menjadi Turkish Bath atau Hammam, berasal dari kebiasaan bagi para pelaut untuk mandi terlebih dulu sebelum memasuki sebuah kota. Dapat dimaklumi dulu di kapal belum ada tempat mandi yang layak seperti saat ini. Jadi, kesempatan untuk mandi di darat sangat urgen. Apalagi, mandi di pemandian umum ini juga bermanfaat untuk mencegah penyakit yang mungkin dibawa oleh pelaut dari wilayah lain. Budaya mandi di tempat umum masih ditemukan sampai sekarang di hampir seluruh kota bersejarah di Turki seperti Istanbul dan Kusadasi.
Satu lagi rahasia yang disampaikan oleh Nizam adalah lambang tertentu di jalan yang berfungsi sebagai penunjuk arah sekaligus iklan pertama di dunia. Penunjuk ini mengarahkan pelaut menuju rumah bordil. Wow…. Ternyata budaya seperti ini sudah ada sejak dulu.
Beberapa bangunan belum semuanya digali. Masih banyak yang masih berada di bawah tanah. Para arkeolog berusaha keras untuk menggali semua bangunan yang mungkin ada.
Dari atas Nizam mengarahkan kami ke bangunan yang ada bawah. Bangunan ini sangat indahnya sehingga Nizam dengan yakinnya memberikan gimmick agar kami menutup mata terlebih dulu. Bangunan ini adalah Library of Celcus, perpustakaan yang sebagian besar kerangka bagian depannya masih kokoh berdiri. Adapun isinya atau interiornya sudah tidak ada. Kami menyempatkan berfoto di sini dan dilanjutkan menuju stadion tempat pertunjukan saat itu dilakukan. Pertunjukan yang sangat terkenal tentu saja Gladiator melawan harimau. Stadion ini sudah berdiri seperti sedia kala. Bahkan banyak musisi dunia seperti Sting, Phil Collins dan Yani yang mengadakan konser musik di tempat ini. Aku membayangkan bagaimana suasana tempat ini di waktu malam. Pasti penuh suasana spiritual dan menggetarkan kalbu.
Usai dari Ephesus kami menuju Selcuk untuk makan siang. Sebagaimana biasa, kami harus membeli minuman, meski makan sepuasnya sudah termasuk dalam paket. Makanan di restoran Selcuk ini juga tidak terlalu menarik. Restoran tampak kosong. Sepertinya hanya didedikasikan untuk turis rombongan. Tak ada turis perorangan dengan mobil pribadi yang terlihat.

Iklan

4 tanggapan untuk “Ada Materi Iklan Pertama di Dunia di Ephesus (Liburan di Turki #8)

    1. Wah keknya nggak segede itu deh. Katanya kalau mau gampanh lewat Belanda karena masih ada ikatan sejarah antara penjajah dan jajahan. Yanh penting ada tujuan jelas dan ada tempat menginap yang jelas, juga uang makan dan transport selama di perjalanan. Kita doakan agar 2016 bisa bebas visa masuk Eropa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s