
Anda pengen berbisnis, tapi tidak tahu mulai dari mana…
Anda sudah punya bisnis, dan ingin mengembangkannya secara lebih profesional…
Saya memberikan free eBook berjuduk Business Plan for SME.
Silakan diunduh dari link berikut
https://docs.google.com/file/d/0B__0QCz68_NqVWVJd1dJWWZfcHM/edit?usp=docslist_api
Penulis: Hery Azwan
Free eBook
Bagi Anda yang bergerak di bidang penjualan, baik sebagai salesman, supervisor atau sales manager, silakan unduh free eBook persembahan dari saya dengan mengklik link berikut https://docs.google.com/file/d/0B__0QCz68_NqUHUxcXlSZFBsR2c/edit?usp=docslist_api
Bagi perusahaan yang membutuhkan pembuatan buku saku untuk salesman mereka, bisa menghubungi saya.
Tour de Malaysia (2)
Waktu sudah menunjukkan pukul 17.10. Setiba di kamar hotel Citin Seacare, aku segera mengambil wudlu dan menunaikan salat zuhur dan ashar secara jamak qasar. Waktu salat di Kuala Lumpur, termasuk Singapura, lebih lambat satu jam dibanding Jakarta atau Bandung. Waktu salat di Kuala Lumpur sbb: Subuh 05.30, zuhur 13.00, ashar 16.30, magrib 19.00, isya 20.30. Hal ini terjadi karena Malaysia dan Singapura mengikuti Waktu IndonesianTengah (+8 GMT). Kebijakan zona waktu biasanya bersifat politis, sehingga tidak heran kalau banyak perubahan zona waktu sepanjang sejarah suatu bangsa. Singapura, misalnya pernah mengadopsi zona Tokyo (+9 GMT) saat masih dijajah Jepang tahun 1942-1945. Kalau kita tarik garis lurus dari Bangkok ke Jakarta akan terlihat kalau Kuala Lumpur dan Singapore masih termasuk dalam zona yang sama. Lanjutkan membaca “Tour de Malaysia (2)”
Tour de Malaysia
Dalam postingan Tour ke Negeri Singa (2) sudah diuraikan bahwa kami naik MRT dari Bugis menuju Kranji. Kami berganti kereta di Stasiun Jurong East. Sebenarnya ada alternatif lain, yakni berganti kereta di stasiun City Hall. Alternatif selanjutnya, naik bus menuju Johor di Queen Street.
Setelah turun di Kranji kami menyeberang jalan lewat jembatan penyeberangan. Lalu lintas saat itu dipenuhi truk dan mobil pribadi yang sangat padat. Aku mulai khawatir kalau kami akan terkena macet hebat di jembatan Causeway Link (jembatan yang menghubungkan Singapura dengan Johor Bahru). Bus yang kami nantikan bernomor 160 atau 170. Untuk memastikan aku menanyakannya kepada petugas berbadan tinggi besar yang menggunakan rompi SMRT.
Tour ke Negeri Singa (2)
Jika kita mau menjelajahi tempat wisata di Singapura, diperlukan stamina yang prima. Pemerintah Singapura telah mendesain angkutan umum berupa MRT, bus yang bisa mengakses seluruh sudut kota, namun tetap diperlukan jalan kaki dari stasiun atau halte menuju tempat tujuan. MRT lebih cepat waktu tunggunya, maksimal 4 menit, tetapi jalan kakinya lebih panjang. Sementara, bus lebih lama waktu tunggunya, sekitar 10-15 menit, tapi jalan kakinya lebih sedikit. Sementara itu, ongkos taksi relatif mahal, kecuali jika jumlah rombongan 4 orang yang membuat biaya lebih efisien. Lanjutkan membaca “Tour ke Negeri Singa (2)”

