Kategori: Culinary

Sedapnya Kuliner Cirebon

Sedapnya Kuliner CirebonSejak ada tol Cipali (Cikopo-Palimanan), jalan2 menikmati kuliner Cirebon merupakan salah satu pilihan. Dari Jakarta, kita bisa menempuh jarak 200 km dalam waktu 2,5 s.d 3 jam kalau tidak ada kemacetan atau kecelakaan di jalan. Kalau dari Bandung, jarak tempuh ke Cirebob relatif sama. Dari beberapa kali menempuh perjalanan Bandung-Cirebon dengan menyetir sendiri, rata2 keluar di gerbang tol Plumbon dalam wakt tempuh 2,5 jam. Dari sini, waktu tempuh ke kota Cirebon tergantung apakah kita nyasar ke Batik Trusmi atau nyasar ke Empal Gentong H Apud yang rasanya bikin lidah jaipongan. 

Selepas Palimanan pastikan uang di dompet Anda masih tersisa karena tersedot bayar tol yang tarifnya nauzubillah mahalnya, Rp96.000. Belum lagi ditambah Rp46.000 tol Purbalenyi dan tambah Rp2.500 lagi di tol Plumbon. Awas, jangan keterusan ke Ciperna. Nanti Anda bisa keterusan ke Kuningan atau Cirebon bagian Selatan.

Selepas tol Plumbon, Anda langsung belok kiri dan terus menyusuri jalan protokol. Tak lama setelah kawasan Batik Trusm, Anda akan memasuki kawasan Jalan Jamblang. Di sinilah banyak restoran empal gentong dan nasi jamblang. Saya sendiri terus terang tidak tertarik lagi dengan nasi jamblang karena tidak ada istimewanya. Yang unik cuma nasi yang dibungkus daun jati. Tentu saja nasi dimakan dalam keadaan dingin. Tidak ada aroma spesial dari dan jati ini. Sudah begitu, lauknya pun biasa saja. Hanya sambalnya yang sedikit menggoda. Cabe besar merah diiris kecil2 seperti benang yang menggumpal sehingga seperti membentuk gulungan.

Adapun dari restoran empal gentong yang begitu banyak di sepanjang jalan, mungkin lebih dari 5, ternyata tidak semuanya ramai. Saya kebetulan baru mendatangi salah satunya, yaitu H Apud yang ramenya bukan main. Lalu lintas di depannya tampak tersendat karena banyak mobil yang keluar masuk parkiran. Di depan restoran kita sudah dihadang asap tebal yang bersumber dari pembakaran sate kambing muda. Sudah terbayang maknyusnya sate kambing ini. Di dalam restoran ternyata sudah penuh, kebetulan saya bersama istri datang di hari Minggu. Hampir kami tidak mendapat meja kosong. Untunglah di sebuah meja ada pengnjung yang beranjak. 

Tak lama menanti, datanglah empal gentong beserta seporsi sate kambing muda. Benar saja, rasa empalnya memang juara. Perpaduan rempah dan santannya pas banget. Tidak encer, namun tidak juga terlalu kental. Dagingnya sangat empuk, sehingga gigi ini tak perlu terlalu banyak berjuang. Begitu juga dengan sate kambing mudanya. Dagingnya serasa menari di mulut karena saking lembutnya. 

Yang menarik, harga empal gentong ini relatif murah. Kalau gak salah hanya Rp25.000 termasuk nasi (apa belum termasuk nasi ya? Saya lupa. Yang penting saya puas banget. 

Tampaknya, setelah dibukanya Cipali, kuliner di Cirebon tambah semarak. Banyak orang Jakarta yang berkunjung ke sini. 

Di samping empal gentong, menu favorit saya adalah seafood. Sebagai kota udang, sudah sewajarnya seafood menjadi andalan. Restoran yang pernah saya datangi dan ternyata sangat maknyus adalah H Moel yang lokasinya pas di seberang CSB Mall (Cirebon Super Block).

O, ya, setelah menikmati kuliner Cirebon, para ladies dan girls bisa mampir ke Calysta Skincare Clinic yang terletak di Jalan Tuparev. Posisinya kalau dari arah Plumbon, sebelah kanan, dekat Bank CIMB Niaga. Di sini Anda bisa memanjakan diri dengan facial treatment, IPL, dan perawatan lainnya.

Tak jauh dari Calysta Skincare Clinic, Anda tinggal ngesot dan sudah masuk ke perbatasan Kota Cirebon dan tiba di Grage Mall, sebuah pusat perbelanjaan tertua di Cirebon yang sampai kini masih relatif ramai.

Tour ke Negeri Singa (2)

Jika kita mau menjelajahi tempat wisata di Singapura, diperlukan stamina yang prima. Pemerintah Singapura telah mendesain angkutan umum berupa MRT, bus yang bisa mengakses seluruh sudut kota, namun tetap diperlukan jalan kaki dari stasiun atau halte menuju tempat tujuan. MRT lebih cepat waktu tunggunya, maksimal 4 menit, tetapi jalan kakinya lebih panjang. Sementara, bus lebih lama waktu tunggunya, sekitar 10-15 menit, tapi jalan kakinya lebih sedikit. Sementara itu, ongkos taksi relatif mahal, kecuali jika jumlah rombongan 4 orang yang membuat biaya lebih efisien. Lanjutkan membaca “Tour ke Negeri Singa (2)”

Tour ke Negeri Singa

Perjalanan ke luar negeri memang selalu memberikan sensasi khusus bagiku. Negara pertama yang pernah kusinggahi adalah Singapura, tahun 2001. Saat itu, aku memang hanya tertawan di bandara Changi sehingga dapat dikatakan belum sah disebut pernah mengunjungi Singapura. Saat itu, Changi hanya menjadi tempat transit, sebelum aku mengunjungi Jerman (Frankfurt & Koln), Perancis (Paris) dan Belanda (Amsterdam). Perjalanan ke luar negeri berikutnya adalah saat menunaikan umroh ke tanah suci bersama istri dan bapak/ibu mertua di tahun 2012 (Mekkah, Medinah dan Jeddah). Lanjutkan membaca “Tour ke Negeri Singa”

Chocky Bars

Harga Rp60.000 (30x10 cm)Harga Rp35.000 (15x10 cm)
Harga Rp60.000 (30×10 cm)
Harga Rp35.000 (15×10 cm)

Kali ini adikku dengan brand kINAra Kitchen, menampilkan kreasi terbarunya yang disebut Chocky Bar. Sepintas, bentuknya seperti brownies karena warnanya memang coklat. Hanya saja, di atasnya diperkaya dengan taburan topping beraneka rupa, mulai dari coklat putih, coklat chip, kacang mede, dark chocolate, dan marshmellow. Kebayang khan ramenya? Pasti rasanya dahsyat luar biasa…

Kue ini cocok untuk sarapan pagi di rumah, dijadikan bekal anak-anak ke sekolah ataupun bekal bapaknya anak-anak ke kantor. Pas banget kalau disantap bareng kopi atau cappucino. Ehm…. Lanjutkan membaca “Chocky Bars”

Ngabring ka Bali

Ngabring ka Bali

Berkunjung ke Bali memang bukan pertama kalinya saya lakukan. Tapi ke Bali beramai-ramai bareng keluarga memang berbeda, lebih terasa keguyubannya. Di perjalanan menuju tempat wisata biasanya selalu diselingi dengan obrolan, sharing atau bahkan curhat. Asyiknya rame-rame…

Bani Sjarif berpose di depan burung garuda, GWK
Bani Sjarif berpose di depan burung garuda, GWK

Lanjutkan membaca “Ngabring ka Bali”