Kategori: Self Development

Sejenak Bersama Armand Hartono

Hari Rabu lalu, 25 Juli 2012, aku mendapatkan pelajaran penting dari seorang Armand Wahyudi Hartono, Operation and Network Development Director, Bank Central Asia. Acara sharing ini merupakan salah satu dedikasi BCA dalam melayani pelanggannya. Kebetulan perusahaan tempatku bekerja merupakan salah satu nasabah BCA.

Dari beberapa kali acara temu pelanggan yang diadakan BCA, pemilik perusahaan tempatku bekerja, Haji Syaifullah Sirin, sangat terkesan dengan pribadi Armand,. Menurut penuturan Pak Haji, Armand sangat rendah hati dan berjiwa melayani, tidak seperti anak orang kaya (bukan hanya kaya tapi terkaya) sebagaimana yang kita persepsikan. Saat kunjungan ke pabrik Djarum di Kudus beberapa waktu lalu, Armand telah melayani pelanggan BCA bagaikan raja. Armand menjadi MC, sekaligus Tour Guide, penyanyi, dan dancer . Wowww….

Lanjutkan membaca “Sejenak Bersama Armand Hartono”

Iklan

Pattern of Excellence #3

Salah satu aktivitas pada training POE

Baik juga saya jelaskan sekilas mengenai NLP. NLP ditemukan pada tahun 70-an oleh Richard Bandler yang saat itu masih mahasiswa jurusan matematika dan John Grinder, seorang PhD dalam bidang lingustik. Mereka memodel 3 orang terapis canggih saat itu yang bisa menghipnotis pasien dan menyelesaikan masalah mereka dalam waktu singkat. Cara yang dilakukan oleh ketiga terapis ini mereka tiru dan praktekkan, dan ajaib ternyata berhasil. Kesimpulannya, jika kita meniru kata-kata dan fisiologis seorang, maka kita juga akan bisa seperti dia. Lanjutkan membaca “Pattern of Excellence #3”

Pattern of Excellence #2

Lanjut ya…..

Bahasa sangat menjadi perhatian penggiat NLP.  Kita harus hati-hati menggunakan bahasa yang kita gunakan, karena setiap kata punya kekuatan yang bisa mempengaruhi alam bawah sadar kita.

Karena itu, kita harus memilih kata-kata yang memperkuat kita (empowering) dan menghindari kata yang melemahkan kita (disempowering). Salah satu kata yang harus dijauhi adalah kata TRY (mencoba). Rasakan perbedaan ketika kita mengucapkan I try my best dengan I do my best. Lanjutkan membaca “Pattern of Excellence #2”

Bendahara Mushola

Sejak pensiun sebagai pegawai PTPN V Pekanbaru pada tahun 2000, ayahku mengisi harinya dengan pelbagai aktivitas. Untuk mengusir kejenuhan, pernah dia mencoba bekerja kembali di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta. Tetapi ini tidak berlangsung lama.

Lokasi kerja yang relatif jauh dari rumah kami di Medan menjadi salah satu alasannya. Belum lagi, di lokasi perkebunan ayah hidup layaknya anak kos. Setiap Senin pagi dia bersegera berangkat ke perkebunan yang hampir mendekati perbatasan Sumut-Aceh. Sebaliknya, Sabtu siang ayah bersiap-siap kembali ke rumah setelah lelah bekerja 6 hari seminggu. Lanjutkan membaca “Bendahara Mushola”