Kategori: Self Development

Sopir Bis Seoul Yang Baik Hati

Seoul minggu ini memang terus dilanda hujan, meski di musim kemarau. Kemana-mana warga Seoul terlihat membawa payung, tak terkecuali para pria. Mereka tidak takut kehilangan kemacoannya dengan payung panjang yang tidak dilipat.

Sore itu, usai kunjungan ke sebuah kantor pusat produsen skincare, saya dan istri dari hotel kami daerah Gangnam berniat ke sebuah pertokoan. Pulangnya baru kami makan di The Halal Guys. Karena hujan sudah reda dan posisi payung di kamar hotel juga tak jelas di mana, kami nekad keluar hotel tanpa payung. Lanjutkan membaca “Sopir Bis Seoul Yang Baik Hati”

Iklan
Lost in Berlin

Lost in Berlin

Ceritanya bermula saat kami bermaksud mengunjungi Designer Oulet yang terletak jauh di luar kota Berlin. Mengunjungi factory outlet di luar negeri tampaknya menjadi tujuan wisata baru.

Sebelum check in hotel kami sudah bertanya kepada resepsionis hotel mengenai akses ke tempat ini. Dia tidak menyarankan kami ke tempat ini karena lokasinya sangat jauh, bisa menempuh waktu lebih dari 1,5 jam. Sebagai gantinya dia merekomendasikan pertokoan di dekat Kebun Binatang. Kami pun akhirnya menuruti nasehatnya, daripada menunggu waktu check in yang masih sejam lagi. Lanjutkan membaca “Lost in Berlin”

Sa’i di Shinjuku

Sa’i di Shinjuku

Shinjuku merupakan stasiun yang paling ramai saat ini di Tokyo. Setiap hari lebih dari 3 juta penumpang keluar masuk melalui stasiun ini. Bayangkan betapa ramainya jika dibandingkan dengan penumpang seluruh KRL Commuter Line di Jabodetabek (Bekasi, Bogor, Tangerang, Rangkasbitung) yang belum mencapai 1 juta penumpang per hari. Dulu Shinjuku merupakan daerah pinggiran di Tokyo. Saat olimpiade Tokyo 1964 Shinjuku disulap menjadi daerah pertokoan dan perkantoran baru. Lanjutkan membaca “Sa’i di Shinjuku”

Mengabaikan Yang Dekat

Usai makan di sebuah rumah makan di jalur Priyangan Timur saya bergegas menuju wastafel yang terletak agak jauh dari posisi kami makan. Setelah selesai membasuh tangan saya kembali ke meja dan mendapati satu unit wastafel di dekat meja saya. Saya terbelalak. Mengapa saya tidak melihat wastafel yang lebih dekat ini? Mengapa saya malah melihat wastafel yang jauh? Lanjutkan membaca “Mengabaikan Yang Dekat”

Bertransaksi dengan Allah

BERTRANSAKSI DENGAN ALLAH | Sebut saja namanya Cempaka, seorang pebisnis UKM yang memiliki 4 outlet bakery atawa toko roti di sekitar Tambun, Bekasi. Bakery ini sudah berdiri 7 tahun. Produknya berkisar dari puding, cake ulang tahun dan penganan lainnya.Karyawannya sudah berbilang, lebih dari 25 orang. Tampilannya sangat sederhana untuk seorang pebisnis yang omsetnya lebih dari 1 milyar setahun.  Lanjutkan membaca “Bertransaksi dengan Allah”