Kategori: Travel

Pulang dari Taksim Square, Eh Dikerjai Sopir Taksi Istanbul (Liburan di Turki #3)

Pulang dari Taksim Square, Eh Dikerjai Sopir Taksi Istanbul (Liburan di Turki #3)

Sekitar pukul 09.30 waktu Istanbul kami tiba di hotel Icon yang berada di kawasan perbengkelan dan show room mobil. Kalau tidak karena dibawa travel biro, pasti tak banyak pelancong yang datang ke sini. Abdullah membantu kami check in. Semua passport dikumpulkan. Pengennya kami bisa langsung rebahan di kamar, mandi dan ganti pakaian. Tidur semalaman di pesawat dengan posisi duduk membuat badan pegal-pegal.  Lanjutkan membaca “Pulang dari Taksim Square, Eh Dikerjai Sopir Taksi Istanbul (Liburan di Turki #3)”

Istanbul: Kota di Dua Benua (Liburan di Turki #2)

Pukul 06 lebih sedikit kami tiba di Ataturk International Airport. Di awal hari ini kesibukan di bandara mulai menggeliat. Segerombolan penumpang bergegas menuju meja imigrasi. Yang agak membingungkan, tulisan tentang negara kita kurang jelas di mana posisinya. Rupanya ada beberapa kategori antrian imigrasi: penduduk asli Turki, negara yang tidak memerlukan visa, dan negara yang memerlukan visa. Tampak Raja Kuis Helmy Yahya juga baru turun dari pesawat. Sepertinya naik pesawat yang sama dengan kami, namun beda kelas. Hi hi… Karena bergegas ke toilet, kami tak sempat berfoto ria dengan raja kuis Indonesia ini. Padahal kepingin lho, biar aura suksesnya menular. Lanjutkan membaca “Istanbul: Kota di Dua Benua (Liburan di Turki #2)”

Negeri 3 Imperium (Liburan di Turki #1)

Negeri 3 Imperium (Liburan di Turki #1)

Mengunjungi Turki merupakan keinginan lama saya yang terpendam. Keinginan pertama muncul setelah membaca buku berjudul ‘Istanbul’ karangan Orhan Pamuk. Buku ini banyak memberikan insight mengenai seluk beluk Istanbul. Suasana selat Bosphorus dengan kapalnya tergambar jelas.
Juga, diceritakan ritual agama Islam yang kini hanya dijalankan oleh segelintir warga Turki, terutama oleh sebagian besar kalangan bawah. Sementara, kalangan elit tidak lagi mempraktekkan ritual Islam. Sebagian besar mereka mempraktikkan sekularisme yang dirintis oleh Mustafa Kemal Ataturk. 

Lanjutkan membaca “Negeri 3 Imperium (Liburan di Turki #1)”

Tour de Malaysia (2)

Waktu sudah menunjukkan pukul 17.10. Setiba di kamar hotel Citin Seacare, aku segera mengambil wudlu dan menunaikan salat zuhur dan ashar secara jamak qasar. Waktu salat di Kuala Lumpur, termasuk Singapura, lebih lambat satu jam dibanding Jakarta atau Bandung. Waktu salat di Kuala Lumpur sbb: Subuh 05.30, zuhur 13.00, ashar 16.30, magrib 19.00, isya 20.30. Hal ini terjadi karena Malaysia dan Singapura mengikuti Waktu IndonesianTengah (+8 GMT). Kebijakan zona waktu biasanya bersifat politis, sehingga tidak heran kalau banyak perubahan zona waktu sepanjang sejarah suatu bangsa. Singapura, misalnya pernah mengadopsi zona Tokyo (+9 GMT) saat masih dijajah Jepang tahun 1942-1945. Kalau kita tarik garis lurus dari Bangkok ke Jakarta akan terlihat kalau Kuala Lumpur dan Singapore masih termasuk dalam zona yang sama. Lanjutkan membaca “Tour de Malaysia (2)”

Tour de Malaysia

Dalam postingan Tour ke Negeri Singa (2) sudah diuraikan bahwa kami naik MRT dari Bugis menuju Kranji. Kami berganti kereta di Stasiun Jurong East. Sebenarnya ada alternatif lain, yakni berganti kereta di stasiun City Hall. Alternatif selanjutnya, naik bus menuju Johor di Queen Street.

Setelah turun di Kranji kami menyeberang jalan lewat jembatan penyeberangan. Lalu lintas saat itu dipenuhi truk dan mobil pribadi yang sangat padat. Aku mulai khawatir kalau kami akan terkena macet hebat di jembatan Causeway Link (jembatan yang menghubungkan Singapura dengan Johor Bahru). Bus yang kami nantikan bernomor 160 atau 170. Untuk memastikan aku menanyakannya kepada petugas berbadan tinggi besar yang menggunakan rompi SMRT.

Lanjutkan membaca “Tour de Malaysia”