Matrud

Minggu lalu saya terlibat diskusi menarik dengan seorang ustad terkenal di Bandung selepas salat Jumat. Ustad yang berambut gondrong ini baru saja bertindak sebagai khatib Jumat di mesjid kantor kami.
Sambil menikmati makan siang berjamaah di rumah pemilik perusahaan kami, beliau berkisah kalau dia pernah nyantri di Gontor selama dua tahun (kelas akselerasi). Setelah mengetahui saya juga pernah nyantri di Gontor, obrolan pun mencair.
Sang ustad berkisah kalau dia diasingkan ke Gontor oleh ayahnya karena sediki nakal. Lho, kok cuma 2 tahun?
Lanjutkan membaca “Matrud”

iPad dalam Pembelajaran

Setelah munculnya iPad, dunia pendidikan juga mengalami revolusi. Buku teks pelajaran yang selama ini dalam bentuk cetak mulai tersingkir. Di Amerika sono sebagai tempat lahirnya iPad, penerbit besar seperti Prentice Hall dan McGraw Hill telah membuat buku pelajaran versi iPad yang lebih interaktif, tidak dalam bentuk pdf yang statis. Sayang sekali, buku ini belum bisa dibeli dari Indonesia sehingga saya tidak bisa mencicipinya. Mungkin Apple masih memprioritaskan wilayah Amerika lebih dulu agar rakyat Amerika tidak terkejar kemajuannya oleh siswa negara lain. Lanjutkan membaca “iPad dalam Pembelajaran”

Buku Teks di iPad

20120904-154822.jpg

Setelah lama dinanti, akhirnya buku pelajaran Facil dari penerbit Grafindo dapat dibeli via iPad dan PC Tablet lainnya melalui aplikasi atau toko Wayang Force. Grafindo merupakan penerbit swasta dari kategori buku pelajaran yang terjun ke dunia digital.
Lalu, apa kelebihannya dibanding versi cetak? Lanjutkan membaca “Buku Teks di iPad”

Sejenak Bersama Armand Hartono

Hari Rabu lalu, 25 Juli 2012, aku mendapatkan pelajaran penting dari seorang Armand Wahyudi Hartono, Operation and Network Development Director, Bank Central Asia. Acara sharing ini merupakan salah satu dedikasi BCA dalam melayani pelanggannya. Kebetulan perusahaan tempatku bekerja merupakan salah satu nasabah BCA.

Dari beberapa kali acara temu pelanggan yang diadakan BCA, pemilik perusahaan tempatku bekerja, Haji Syaifullah Sirin, sangat terkesan dengan pribadi Armand,. Menurut penuturan Pak Haji, Armand sangat rendah hati dan berjiwa melayani, tidak seperti anak orang kaya (bukan hanya kaya tapi terkaya) sebagaimana yang kita persepsikan. Saat kunjungan ke pabrik Djarum di Kudus beberapa waktu lalu, Armand telah melayani pelanggan BCA bagaikan raja. Armand menjadi MC, sekaligus Tour Guide, penyanyi, dan dancer . Wowww….

Lanjutkan membaca “Sejenak Bersama Armand Hartono”