Perempuan Berkalung Sorban

Didera oleh rasa penasaran akibat promonya yang cukup gencar, akhirnya aku sempatkan menonton film “Perempuan Berkalung Sorban” yang dibesut oleh sutradara Hanung Bramantyo. Film ini berupaya untuk mengangkat kesetaraan gender. Di bawah sadar sebagian besar umat Islam, perempuan selalu dinomorduakan.

Lewat tokohnya Anisa yang diperankan dengan pas oleh Revalina S Temat, film ini berupaya untuk mendobrak tradisi bahwa perempuan diciptakan untuk melayani laki-laki. Lewat mulut Lek Khudori, misalnya, diungkapkan jika perempuan dan laki-laki berbeda secara NATURE, tetapi sama secara NURTURE. Lanjutkan membaca “Perempuan Berkalung Sorban”

The Last Lecture

Hampir sebulan buku “The Last Lecture” ada di tanganku. Buku ini tiba sehari sebelum hari ulang tahunku sebagai hadiah. Nggak taunya, perusahaan ekspedisinya bisa mengirim lebih cepat.

Kadang-kadang lebih cepat itu tidak selalu lebih baik. Lho, kok malah ngomel, bukannya berterima kasih. Eh iya. Sekali lagi aku ucapkan terima kasih, arigato gozaimasu, kepada pengirimnya kakanda (jadul banget ya pake istilah kakanda?) Imelda Coutrier di Tokyo yang sudah bersusah payah dan mau repot-repot mengirim buku kepadaku. Semoga bisa menjadi barokah. Amien… Lanjutkan membaca “The Last Lecture”

West Lake Restaurant

Tadi malam secara tak sengaja saya menyetel tv Australia dan tercengang dengan tayangan dokumenter mengenai sebuah restoran yang konon terbesar di dunia. Restoran ini terletak di provinsi Hunan, jadi bukan di Beijing, Shanghai atau Hongkong. Jadi, kira-kira kalau di Indonesia, restoran ini ada di Makassar, bukan Jakarta, Surabaya, atau Medan yang nota bene kota terbesar. Lanjutkan membaca “West Lake Restaurant”

Tak Ada Krisis

Selama liburan kemarin saya mencoba sedikit menyimpulkan bahwa rasa-rasanya  krisis masih jauh dan tidak akan mampir ke Indonesia.  Kok begitu yakinnya? Habis, semua tempat wisata dan hiburan penuh sepenuh-penuhnya oleh pengunjung. Di Ancol, saat perayaan tahun baru, pengunjung yang  datang  melampaui target.  Demikian juga di Ragunan dan Taman Safari. Hanya Taman  Mini yang  gigit jari. Lanjutkan membaca “Tak Ada Krisis”