Syarat-Syarat Angkutan

Saya baru kembali dari pool bus ALS (Antar Lintas Sumatera) untuk menitipkan barang kiriman ke Medan. Yang menarik, tarif tidak dihitung berdasarkan berat, melainkan berdasarkan koli. Satu koli Jakarta-Medan bertarif Rp 80.000. Jadi, supaya tidak rugi, kita mesti mencari kotak yang besar. Di sinilah masalahnya. Tidak gampang mencari kotak besar.

Setelah membayar, pengirim akan menerima resi berjudul Surat Pengantar. Isinya, nama,  alamat,  dan nomor telepon , baik pengirim maupun penerima. Setiba di kantor, iseng-iseng saya buka resi ini, dan saya tertegun membaca klausul atau syarat angkutan. Begini bunyinya (saya tulis apa adanya, tidak ditambah, dikurangi ataupun diedit):

SYARAT-SYARAT ANGKUTAN

Barang-barang tersebut diatas, jika terjadi kebakaran, kehilangan, dirampok, rusak, kekurangan dalam verpaking of dalam kecelakaan, serta yang ditimbulkan oleh keterlambatan dalam pengangkutan, kita tidak tanggung, berhubung tiada tanggungan assurantie. Barang-barang tersebut sesudah ditandatangani oleh sipenerima, kita anggap sudah beres. Kerusakan barang-barang gelas dan lain-lain barang yang gampang pecah selama pengangkutan ada diluar tanggungan pengangkut. Tanggung jawab dari pengangkut buat segala kerusakan atau kehilangan barang-barang yang tidak dipertanggungkan pada assurantie paling banyak TIGA KALI ONGKOS. Selama 15 hari tidak ada pengaduan kita anggap sudah BERES* JIKA PENERIMA TIDAK MAU BAYAR ONGKOS, PENGIRIM YANG HARUS BAYAR*.

1. Apa kesan dan tanggapan Anda setelah membaca paragraf di atas?

2. Jelaskah informasi yang disampaikan pada paragraf di atas?

Iklan

10 tanggapan untuk “Syarat-Syarat Angkutan

  1. huehueheu bahasanya aduh…masih pakai bahasa ala kumpeni.
    kesimpulannya…… tidak tanggung jika terjadi apa-apa deh… hehehe
    Bagaimana mau jelas kalau bahasanya saja tidak mengikuti kaidah yang benar.
    Kalau mau perusahaan tanggung berarti musti tambah biaya asuransi 🙂

    he he…..bahasanya emang kumpeni banget…
    apa nggak ada yang mikirin sistemnya ya?
    manajemennya tradisional banget ya…

  2. Hehehehe … si Abang lagi iseng nih …
    Aku ndak ngerti babar blas …

    Satu kata … Tak Bertanggung Jawab …
    Atas nama Dra. Assurantie ituh …
    Ngomong-ngomong anak mana ya bang si Assurantie itu ???
    Cantik tak ??

    hehehe Trainer juga lagi iseng …
    (masih dari Makassar )

    masa nggak ngerti Bos?

  3. hehehe..
    Bener kata EmiChan, itu masih pake bahasa kumpeni.. :mrgreen:

    Ah, itu mah perusahaan yang selfish. Dan Abang juga kok ya masih ‘iseng’ nitip barang di sana sih.. *Lala dong, sering nitip ngirim barang tapi ga bayar alias claim kantor aja.. hehehehe*

    Dan soal si Om..
    Ih, plis deh Om.. genit amat jadi orang… ^____^

    Kenapa iseng nitip ke sana? Emang lebih murah dari ekspedisi lain…

  4. Jawab :

    1. Kesan dan tanggapan : Nyekek leher and maksa banget !!! 👿
    2. Informasinya ? sama kaya komen Om NH ajah 😆

    kaburrrrrrrrrrrrr 🙂

    kalau kotaknya besar sebenarnya murah kok dibanding ekspedisi resmi…

  5. hahaha..abang koq bacanya setelah sampe di kantor…bukannya pas tanda tangan?! Maklum lah bang…kan bukan agen pengiriman resmi..jadi syarat2nya juga tidak resmi

    ya…pasrah deh…

  6. Emang suka saya lemot kalau kayak nangkep2 ginian.
    1. Kesan: Dibaca berulang2 udah tetep ga ngerti. Cabe deh!
    2. Jelaskah? Saya tidak mengerti, jelas sekali.

    *Kalau komentar saya ini gimana? Jelas ngga?*
    *Arrrghhh…. Lieur euy..!*

    Emang lieur nya….

  7. Menurut saya ,Perjanjian-perjanjian sepihak seperti ini sudah banyak digunakan oleh para pemilik PO guna melempar tanggung jawab bila terjadi kehilangan/kerusakan dan sudah sangat jelas tidak mempunyai dasar hukum yang pasti ( tentang ,jika hilang hanya diganti Maximal 3 kali dari ongkos kirim )dari mana pula dasar hukumnya ??, Pengirim diwajibkan membayar sejumlah uang sebagai ongkos kirim dan Pengangkut menerimanya TETAPI dengan catatan TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ??, menurut saya Perjanjian pengangkutan seperti ini sudah jelas-jelas CACAT HUKUM dan telah melanggar ketentuan dari : Undang-undang perlindungan Konsumen yang memuat saksi Pidana bagi pelanggarnya , Undang-undang lalulintas dan angkutan Jalan ,jadi kesimpulannya jika Bang Hery Azwan mengalami masalah( barang rusak/Hancur Dsb) maka jangan ragu-ragu untuk laporkan masalah ini ke YLKI pusat dan minta tindakan dan perlindungan Hukum secepatnya ,Okay
    Salam, Jimmy Stefly

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s