Antara Blog dan Social Media

Perkembangan blog, menurut pengamatan saya sedikit tersendat dengan munculnya social media. Beberapa teman yang saya amati, lebih senang menulis notes di FB. Dengan fungsi yang sama, bahkan lebih, FB menawarkan sensasi berbeda. Akibatnya, blog mulai tertinggalkan. Tak jarang blog tidak diupdate hingga sebulan, saya termasuk di dalamnya.

Mengapa social media seperti FB dan Twitter begitu berkembang? Faktor kemudahan dan kepraktisan tampaknya menjadi salah dua alasan. Untuk menulis postingan baru dibutuhkan pemikiran, fokus, dan ketekunan. Maka, tidak heran kalau orang yang tekun seperti Om Trainer bisa mencapai 10 besar di Indonesia Matters.

Tidak demikian halnya dengan social media. Hanya menuliskan status yang bahkan terkadang tidak penting, dengan hanya satu kalimat, kita sudah dapat merasa eksis di social media. Apalagi kalau yang komentar banyak, rasanya ada kepuasan tersendiri.

FB telah dimanfaatkan untuk berbagai hal, mulai sekadar eksis, ajang reuni dengan teman-teman lama, maupun alat promosi. Beberapa penulis memanfaatkan FB untuk mempromosikan bukunya. Bahkan yang menarik, saat bukunya belum beredar dan masih dalam tahap penulisan, penulis tersebut sudah mempublikasikannya di FB sehingga audiens lebih memiliki keterikatan. Akibatnya, saat buku tersebut diluncurkan, buku ini mendapatkan tanggapan yang lumayan dari pembaca.

Belakangan ini saya mulai pelan-pelan meninggalkan FB. Status tidak saya update bahkan seminggu sekalipun tidak. Rupanya teman yang terlalu banyak, lebih dari 1.300, membuat saya sulit menikmati keakraban di FB. Atau mungkin karena sudah terlalu bosan, atau terlalu sibuk.

Saat ini saya mulai senang di Twitter. Lalu apa menariknya berkicau di sini? Padahal Cuma dibatasi 140 karakter untuk membuat tulisan (meski kini ada fasilitas Twitlonger). Teman yang belum banyak barangkali menjadi penyebabnya, sehingga keakraban lebih terasa. Kita hanya mem-follow orang yang kita anggap bernilai bagi kita. Saat ini orang yang saya follow tak lebih dari 150 orang. Mereka terdiri dari tokoh dan teman-teman yang saya anggap layak untuk diikuti sepak terjangnya.

Dari kaum selebritis ada @sherinamunaf, @indralesmana, @sophialatjuba,  @ti2dj, @dudutna (andi riyanto), @andinaisyah. Dari sini banyak cerita menarik yang dapat saya ikuti. Misalnya bagaimana Indra Lesmana selalu berkomunikasi dengan anaknya Eva Celia yang ada di USA via Skype. Pernah terjadi Eva kangen dengan ayahnya dan kepingin berkomunikasi via Skype, tetapi ayahnya sedang berada di jalan. Cukup mengharukan melihat hubungan ayah-anak yang dipisahkan oleh jarak dengan satuan waktu berbeda.

Dari motivator ada @_robin_sharma, @tonyrobbins, dua motivator terkenal di jagad. Ada juga @RumiQuotes, yaitu kata-kata bijak dari tokoh sufi Jalaluddin Rumi.

Dari penulis buku ada @paulocoelho, penulis The Alchemist, @EepSFatah (Eep Saefullah Fatah), @gm_gm (Gunawan Muhamad, mantan Pemred Majalah Tempo), @ulil (Ulil Abshar Abdalla, Tokoh JIL, nah ini seru banget, kalau nggak tahan kontroversi jangan di-follow) @deelestari sang penulis Perahu Kertas dan Serial Supernova dan @fuadi1 penulis Negeri 5 Menara dan bakal buku Ranah 3 Warna.

Dari tokoh bisnis ada @fahiraidris yang banyak ngetwit kata-kata bijak mengenai bisnis dan kehidupan. Ibu satu ini sangat aktif dan sangat ramah kepada siapa saja. Beliau tidak segan menyapa orang yang baru dikenal. Ada @roniyuzirman, Ketua Komunitas TDA (Tangan di Atas)

Dari kalangan birokrasi ada @tifsembiring, Menkominfo, dan @salimsegaf, Menteri Sosial, @hnurwahid, anggota DPR yang mantan Ketua MPR.

Dari kalangan penyiar tv dan radio ada @najwashihab, @indyrahmawati, @marischkapru, dan @liachristie. Kalau mau yang rame @marischkaprue sangat recommended. Twitnya banyak yang thinking out of the box, agak gila dan agak jorok. Ada lagi kakanya @chantaldc yang sekarang jadi humas organisasi massa baru Nasional Demokrat.

Dari tokoh dunia maya ada @enda, @ndorokakung, @nukman, dan @tikabanget. @ndorokakung sangat aktif ngetwit tentang apa saja. Yang paling fenomenal adalah twitnya tentang live report acara Ala Chef Farah Quinn setiap Sabtu dan Minggu. Pro kontra mengenai twit ini.

Dari teman-teman blogger ada @hardivizon, @bluemarshmallow, @Alifiaonline, @Masafdhal, @yessymuchtar, @ardnehamleinad alias Daniel Mahendra, @ceritaeka,  @ikkyu_san alias Imelda Coutrier, @mangkum, yang saling berbalas pantun jika ada satu teman yang berkicau. Ada yang belum disebut nggak ya? Eh ada pak @sawal64 dan @spektrumku, @unidede, @puak, @jeunglala juga kok.

Jargon yang perlu dipahami sebelum main di Twitter adalah Reply, Reply to All, RT (Retwit, yaitu mengutip twit dari orang lain, baik mentah-mentah maupun dengan tambahan informasi) dan Timeline (kumpulan kicauan pemilik akun di Twitter). Di sini juga ada istilah Trending Topic (topic yang sedang banyak dibicarakan di Twitter seluruh dunia) dan Direct Message (pesan langsung ke follower tanpa diketahui oleh follower lain).

Nah, sekarang tinggal pilihan Anda, mau tetap istikomah di blog ataupun beralih ke social media atau tetap eksis di dua-duanya. Kalau bisa sih eksis semuanya ya…

Ayo mari ngetwit….

Iklan

16 tanggapan untuk “Antara Blog dan Social Media

  1. hahahahahha…namaku ada disini
    cihuyyyyyyyy..

    bener banget bang, gara2 social media nih postingan blog agak berkurang.

    so apa Trending Topic kita minggu ini??

    Wah nggak update apa TT minggu ini…

  2. Blog tetap pilihanku, Bang…
    Maklum, aku lebih suka nulis yang panjang2, sementara kalo twitter lebih banyak ‘ngoceh’, bukan cerita… 🙂

    Kadang dari hasil ngetwit jadi muncul ide loh La….

  3. aku sudah bikin kaplingan sendiri-sendiri Bro:
    Blog untuk ekpresi pemikiran,
    FB untuk berbagi informasi,
    Twitter untuk melepas kantuk… hahaha… 😀

    ada baiknya note yang ente tulis di Fb itu, dipost juga di blog, sehingga keduanya tetap eksis. soalnya, ada banyak blogger yang musuhan sama Fb dan Twitter…

  4. Hemmm maunya sih bisa adil dengan para suami2 dunia maya ituh (read: blog n social media) hehehe
    Tapi apa daya kalo lg memperhatikan yg satu, biasanya yg lain jd ketetan 😦 hiks

    Tapiiii emang seruuu lho berbalas pantun di tweet 😛
    kocak..

    Nah mari kita makan2,
    *menunggu traktiran si daeng dan uni 😛

    Mari kita tunggu….Yuk

  5. aku punya akun udah lama sih bang, tapi ya gitu aras-arasan aja untuk update di twitter. aku juga udah mulai bete sama fb, jadi pas kemarin update, seneng juga abang yang nyambut status aku hihihi.
    sepertinya kalau aku pikir, masing-masing punya komunitasnya sendiri. blog dengan pembacanya, fesbuk dgn temen-temen lama, dan twitter dengan org yang “mobile”.

    EM

  6. Saya memiliki keterbatasan di social media …
    IT perusahaan saya memblokir jaringan seperti ini …

    itu sebabnya mau tidak mau saya tekun di Blog … karena hanya itu yang masih bisa kita “mainkan” di kantor … (jujur saja)

    mengenai Tweet ??
    mmmm … I’ll think about it …
    hahahaha

    Salam saya

    1. Ha ha….
      Ini namanya the power of kepepet. Salah satu bukti lagi betapa orang kalau kepepet bisa menunjukkan kehebaatannya. Dan Bos Nh telah menunjukkannya kepada kita secara nyata saudara saudara…
      Blognya selalu berada di urutan atas IM…..

    1. Haaaa….Masa sih?
      Maaf ya Cekgu, tadi ngetiknya buru2 udah keburu meeting. Sekarang udah aku revisi kok. Nggak marah lagi kan?

  7. Untuk saya lebih kepada alasan kepraktisan, Bang. Sebenanrnya punya twitter sudah seumur blog, tapi baru belakangan rajin berinteraksi. Alasannya karena baru belakangan juga punya gadget yang mendukung.

    Blog masih cinta saya yang utama pastinya. Tapi belakangan memang susah sekali memperoleh kesempatan untuk bisa ngompie sambil blogging. Dan seperti kata Bang Hery, menulis di blog perlu lebih fokus ketimbang status singkat di social media. Kalau soal pembelajaran, blog dan twitter tetap dapat mengakomodasi ha ini kok, dengan caranya masing-masing.

    Nah, jempol saya udah bengkak nih. Sekarang saya mau kembali ke twitter. Tapi mau ralat dikit, Bang. Nama saya keliru tuh. Yang bener @bluemarshmallow. Hehe. Makasih udah disenggol ya, Bang. It’s an honor.

    Uni, udah direvisi tuh namanya….pake “a” kan? nggak pake “e”….
    Sorry ye….

  8. Hihi, gak marah, kok, Pak..

    Saya setuju sama Jeung Lala, pada akhirnya, ini cuma pilihan Apakah memang ingin eksis, atau ada hal-hal lain. Untuk saya yang memang senang menulis, ya tetap saja blog menjadi pilihan utama. Dan itu bukanlah beban. Bahkan sering loh saya gemas menahan tulisan karena sudah post hari ini masa post lagi, heheh…

    Saya sendiri punya FB dua biji (AL Alisarbi itu dan yang pake nama asli saya khusus tersambung dengan anak-anak saya dan para OTW) Dua-duanya kagak keurusan. Yah, mungkin yang AL Alisarbi itu karena banyak kawan lama jadi masih sering ditengok sekedar pengen tahu berita. PLURK dan Twitter mungkin awalnya hanya musti tau, sebagai guru TIK (Teknologi Informasi dan Telekomunikasi), dan akhirnya, situ taulah kebanyakan ngoceh sendiri aja, heheh..

    Saya kira, nantinya akan mengelompok sendiri..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s