Pattern of Excellence #2

Lanjut ya…..

Bahasa sangat menjadi perhatian penggiat NLP.  Kita harus hati-hati menggunakan bahasa yang kita gunakan, karena setiap kata punya kekuatan yang bisa mempengaruhi alam bawah sadar kita.

Karena itu, kita harus memilih kata-kata yang memperkuat kita (empowering) dan menghindari kata yang melemahkan kita (disempowering). Salah satu kata yang harus dijauhi adalah kata TRY (mencoba). Rasakan perbedaan ketika kita mengucapkan I try my best dengan I do my best.

Dalam training hal ini disimulasikan dengan permainan meneriakkan kata-kata tersebut sambil menggerakkan tangan yang terkepal. Setelah kata I do my best disebut 10 kali dengan keras dan sambil mengeraskan tangan, lalu berhenti, partner kita akan menyentuhnya dengan dua jari tangan dan berupaya menurunkannya? Apa hasilnya? Tangan tadi tetap kokoh, tidak bisa diturunkan. Adapun ketika kata-kata yang digunakan I try my best, maka partner kita akan dengan mudah menurunkan tangan tadi.

Kata-kata lain yang harus diubah adalah problem menjadi challenge, hope menjadi plan. Pengaruh tidak hanya bisa ditimbulkan oleh kata, tetapi juga oleh gerakan. Saat seorang peserta maju ke depan dan mengucapkan I do my best beserta gerakannya, peserta lain diminta untuk memeletkan lidah (sebagai tanda mengejek) dan mengangkat telunjuk yang diarahkan kepada teman yang di depan. Akibatnya, bisa ditebak, kekuatan teman tadi berkurang sehingga tangannya mudah diturunkan.

Percobaan ketiga, pikiran juga mempunyai kekuatan. Saat teman yang didepan mengucapkan I do my best, peserta lain menatap tajam ke arahnya sambil mengatakan dalam pikiran “You are monkey” atau dalam bahasa Indonesia mungkin, “Monyet lu”. Akibatnya bisa ditebak, taman sang teman yang di depan dapat diturunkan dengan mudah.

Selama training sangat dilarang menggunakan kata ‘TRY’. Jika terpaksa menggunakan kata tersebut, maka dieja dengan ‘Tee Are Why’. Peserta yang melanggar akan didenda Rp 5.000. Adapun jika coach yang melanggar, dendanya Rp50.000 karena dia seharusnya sudah lebih tahu. Apalagi jika trainernya yang melanggar, ya keterlaluan. Maka dendanya Rp 500.000. Uang denda akan disumbangkan untuk panti asuhan. Di akhir training diumumkan jika uang yang terkumpul telah mencapai lebih dari Rp1 juta. Wow, banyak juga rupanya yang melanggar.

Peserta juga diminta membedakan penggunaan kata I can’t dengan I choose not to. Ketika kita menggunakan kata I can’t kita merasa tak berdaya. Tetapi ketika kita menggunakan kata I choose not to kita merasa lebih lega karena kitalah yang mengendalikan atau TAKE CONTROL terhadap keadaan eksternal.

Ultimate Success Formula

Semua orang sukses punya kesamaan pola. Maka disebutlah ini Ultimate Success Formula.  Untuk mencapai sukses diperlukan Goal. Untuk mencapai goal ini diperlukan strategi. Dan untuk mengeksekusi strategi diperlukan Take Action. Kesulitan terbesar manusia biasanya pada take action. Karena itu personal power adalah kemampuan untuk Take Action.

Hanya 10% orang yang benar-benar mau berubah dan komit untuk berubah, karena bagi mereka perubahan adalah keharusan (it’s a Must). Sementara, 90% lain menganggap perubahan itu bukan sebagai keharusan, melainkan sekadar nice to have. Kalau nggak berubah, ya happy-happy aja kok.

Untuk berubah dibutuhkan sebuah THRESHOLD atau satu situasi yang cukup menyakitkan. Hanya dibutuhkan satu detik untuk berubah. Karena itu, sulit melakukan perubahan jika keadaan saat ini tidak cukup menyakitkan (PAIN ENOUGH). Zona nyaman biasanya menghalangi kita untuk berubah. Karena itu, kita harus melakukan STRETCHING untuk melakukan perubahan. Sekali kita melakukan STRETCHING pada posisi tertentu, kemampuannya tidak akan kembali ke zona semula.

Dalam NLP strategi terbaik adalah modelling, yaitu meniru yang terbaik di bidangnya. Apa yang ditiru? Ya semuanya. Kata-katanya, fisiologinya, gesturenya, tonality-nya, dsb.

Adam mengambil Singapore sebagai contoh modelling. Setelah pisah dari Malaysia tahun 1967, Singapore adalah negara kecil yang tidak punya apa-apa? Rakyatnya saat itu juga masih terbelakang. Lalu apa yang dilakukan Lee Kuan Yu untuk mentransformasikan Singapore?

Lee Kwan You mencanangkan goal Singapore sebagai negara paling maju di Asia Tenggara. Lalu bagaimana strateginya? Mr Lee mencari negara yang karakternya sama dengan Singapore, yaitu Swiss. Sama-sama kecil, tetapi Swiss saat itu sudah sangat maju. Semua bank terkenal di dunia ada di Swiss. Karena itu dijadikanlah Swiss sebagai model.

Lalu bagaimana dengan bidang pendidikan? Singapore mengambil sistem dari Cambridge, Inggris sebagai model. Lalu bagaimana dengan militer? Menariknya, Singapore mengambil tentara Israel sebagai model. Mengapa? Karena hanya tentara Israel yang terus menerus berperang sampai sekarang, sementara tentara negara lain banyak yang hanya latihan karena situasi di kebanyakan negara memang dalam keadaan damai. Tentu saja, tentara yang berperang lebih hebat daripada tentara yang Cuma latihan.

Maka, tak heran jika dalam waktu singkat Singapore dapat mentransormasi diri dari negara berkembang menjadi negara maju dengan income per kapita saat ini US$50.000. Bandingkan dengan Indonesia yang baru mencapai US$3.000.

Karena otak manusia punya kapasitas yang sama, maka GOAL apapun bisa tercapai asal strateginya tepat. Kisah Wright Bersaudara yang menciptakan pesawat terbang sangat menginspirasi. Bagaimana tidak, mereka bukanlah ilmuwan atau profesor dari perguruan tinggi, melainkan hanya tukang servis sepeda. Hanya saja, mereka mempunyai GOAL untuk bisa terbang seperti burung menyeberangi lautan Atlantik. Ini membuktikan sekali lagi bahwa manusia punya hak dan kesempatan yang sama untuk sukses.

Lalu bagaimana dengan strategi mereka? Mereka meniru burung karena belum ada pesawat yang bisa ditiru saat itu. Ya iyalah….Mulanya mereka bisa terbang 10 detik, setelah itu jatuh. Cukupkah? Tidak, karena GOAL mereka bukan sekadar terbang kan. Maka diperbaikilah strateginya hingga ditemukan strategi yang tepat. Dalam NLP tidak ada kegagalan. Yang ada hanya feedback.

Ada 3 golongan orang dalam menyikapi kegagalan. Yang pertama, langsung menyerah dan tidak mau lagi meneruskan. “Aku memang tak pantas jadi pengusaha”. “Aku memang anak bodoh”. “Aku memang ditakdirkan miskin”. Dsb. Kedua, tetap semangat, tetapi melakukan strategi yang sama sehingga gagal maning gagal maning. Yang ketiga, memperbaiki strategi hingga menemukan strategi yang tepat, sampai berhasil, sampai berapa ratus dan ribuan kalipun, apapun yang terjadi, karena kesuksesan is a MUST.

Yang menarik, sukses tidaklah sejalan dengan bahagia. Tidak perlu mencapai sukses terlebih dulu untuk mencari kebahagiaan. Saat ini juga kebahagiaan bisa kita peroleh dengan menyukuri apa yang kita miliki. Karena itu, ada sebuah sesi berdua-dua. Peserta yang satu menanyakan,”What are you grateful for?” Yang satu lagi menjawab I am grateful for…….(having a house, having nice family, dsb). Ternyata setelah sesi ini rata-rata wajah peserta memang berubah cerah semua. Terbukti, bahasa atau kata-kata bisa mempengaruhi kebahagiaan kita. Stop dulu ya….Ntar dilanjut….

Iklan

4 tanggapan untuk “Pattern of Excellence #2

  1. wow training yang menatik sekali, ternyata satu kata bisa merubah segala…
    seperti kata yang lain Ok I do my best…

    Yup, kata2 mengandung power yang luar biasa….

  2. Bro, ini seperti yang kita alami ketika masa-masa awal di pondok, bukan? Hampir setiap hari kita meneriakkan kalimat-kalimat motivatif yang membangkitkan semangat dan rasa percaya diri. Tapi, kalau kelewat banyak, apa bisa membuat orang jadi over pede? hehe…

    Dalam sebuah pelatihan Brain Development buat anak-anak di Jogja, aku sempat melihat di bagian awalnya, anak-anak itu digembirakan dengan mendengarkan sebuah lagu yang berjudul “AKU BISA”. Kira-kira syairnya begini: “Aku bisa, aku pasti bisa, ku takkan berputus asa….” Lagu itu diperdengarkan dan mereka diminta untuk mengikutinya. Aku perhatikan, lagu tersebut memberi pengaruh yang cukup besar buat anak-anak tersebut..

    Ok bro, ini mantap sekali, dan ayo sama-sama kita teriakkan: AKU PASTI BISA!!
    😀

    Lagu “Aku Bisa” tsb kalau di dalam NLP disebut anchor atau jangkar. Setiap mendengar lagu tsb pasti keyakinan diri anak2 meningkat. Kelewat banyak itu seperti apa bro? Kalau GOALnya belum tercapai, ya nggak masalah dia over PD, bro…Daripada minder….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s