Di era modern ini, yang segalanya bisa diselesaikan dengan ilmu pengetahuan dan tekonologi, masih perlukah kita berdoa? Masihkah Allah mendengar doa kita? Masihkah doa-doa kita dijawab? Untuk menjelaskan hal ini, mari kita berdiskusi berdasarkan buku Quantum Ikhlas yang ditulis oleh Erbe Sentanu. Mungkin penulisnya belum dikenal di kalangan awam. Tetapi bagi yang berkecimpung di dunia “persilatan” mungkin pernah dengar. Mas Nunu, begitu sering dipanggil, aktif di organisasi neuroscience internasional.
Kategori: Book Discussion
Motivasi dari Sang Pemimpi
Membaca Sang Pemimpi kita akan serasa mengikuti training dari pakar motivasi kondang seperti Anthony Robbin dengan “Awaken the Giant Within”, Andrie Wongso Wisdom and Motivation ala Tionghoanya, Aa Gym dengan Manajemen Qalbunya, Jansen Sinamo dengan delapan etos profesionalnya, dan Stephen Covey dengan Seven/Eight Habits-nya
Totto Chan: Pendidikan Yang Membebaskan
Tomoe Gakuen adalah sekolah dasar di Jepang yang hidup sekitar tahun 1936-1945 dan sangat dipuja oleh alumninya yang bernama Tetsuko. Waktu kecil Tetsuko tidak bisa menyebutkan namanya sendiri sehingga dia memanggil dirinya dengan Totto-Chan. Chan adalah panggilan sayang untuk San (tuan, nona, nyonya, ibu). Tanpa gembar gembor sekolah ini rupanya sudah menerapkan kurikulum berbasis kompetensi.
Gede Prama Meninggalkan Keangkuhan
Tidak seperti buku sebelumnya yang berkutat dengan ide dan pemikiran yang mencerahkan, buku ini sangat kental mengungkap unsur pribadi Gede Prama, resi manajemen Indonesia. Tentu saja, walau tidak banyak, masih ada irisan pemikiran yang tersenggol dalam wawancara yang dikumpulkan dari berbagai media ini, misalnya tentang ‘Agama saya Cinta’ yang selalu didengungkannya.
