Kategori: Travel

Umroh #4

Hery Azwan di Mesjid Quba
Mesjid Quba, mesjid pertama di Madinah

Setelah empat malam menginap di Mekkah, kami pun harus meninggalkan kota bersejarah ini menuju Madinah Al Munawwarah (Kota Yang Disinari). Kota Mekkah sering diidentikkan dengan kota Nabi Ibrahim, sementara Madinah diidentikkan dengan kota Nabi Muhammad. Kemakmuran kota Mekkah antara lain karena telah didoakan Nabi Ibrahim, sementara kota Madinah telah didoakan Nabi Muhammad agar dua kali lebih makmur dari Mekkah.

Lanjutkan membaca “Umroh #4”

Umroh #3

Hery Azwan & Yuli Yulianti at Jabal Rahmah
Di Puncak Jabal Rahmah

Setelah tuntas melakukan ibadah umroh sebagaimana diuraikan pada postingan Umroh #2, jamaah boleh melepaskan pakaian ihram dan melakukan aktivitas yang tadinya dilarang.Nah, di sinilah nikmatnya kalau sekamar cuma berdua dengan istri. Kalau sekamar harus bertiga atau berempat dengan yang lain pasti tidak akan terjadi hal-hal yang diinginkan.

Lanjutkan membaca “Umroh #3”

Umroh #1

Umroh 2012 dengan Percikan ImanAlhamdulillah, pada tanggal 10-18 Maret 2012 aku dapat menunaikan ibadah umroh bersama istriku Yuli, dan Bapak-Mama mertuaku. Sebuah perjalanan spiritual yang bernilai sunnah, sekaligus napak tilas untuk menghayati perjuangan para Nabi, khususnya Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW. Insya Allah umroh ini dapat membawa pencerahan bagiku secara individu dan keluarga kami.

Lanjutkan membaca “Umroh #1”

Liburan di Kampung Gajah

Kampung Gajah dilihat dari Maja House
“Tempat sebesar dan sebagus ini, musholanya  kecil banget deh”, kata seorang ibu yang sebel gara-gara dia harus berhimpit-himpitan saat melaksanakan ibadah sholat lohor di Kampung Gajah.

“Tolong bilang ya sama atasannya agar musholanya diperbesar dan tempat wudunya dipisah antara laki-laki dan perempuan”, tunjuk sang ibu kepada seseorang berbaju putih yang diduga sebagai pegawai cleaning service tempat wisata tersebut.

Ternyata orang tersebut pengunjung juga. Gakpapalah, yang penting si ibu telah menumpahkan uneg-unegnya. Untung orang yang diduga pegawai tersebut tidak marah diteror seperti itu. Lanjutkan membaca “Liburan di Kampung Gajah”

Semalam di Padang

Perjalananku ke Padang kali ini bukanlah perjalanan sebagai relawan gempa, namun perjalanan bisnis. Maksudnya, ya urusan kantor gicuuu.

Aku berangkat hari Kamis 15 Oktober. Dari bandara Soekarno Hatta sudah terlihat kepadatan di terminal 1B. Untuk masuk ke ruang penumpang saja dibutuhkan waktu sekitar 15 menit. Antrian semakin mengular, sementara penumpang lain duduk di kursi, bahkan ada yang duduk di lantai. Sudah tak ada lagi beda antara bandara dengan terminal bus antar kota sepertinya. Lanjutkan membaca “Semalam di Padang”