Kerupuk Bandeng

Kerupuk Bandeng
Kerupuk Bandeng

Saya sebenarnya bukan orang yang suka ngemil. Makan 3 kali sehari cukuplah bagi saya. Bahkan terkadang sarapan pagi pun cukuplah dengan secangkir kopi. Tapi kalau ada yang nawarin camilan, apa salahnya dicicipi.
Seperti pagi ini, teman kantor saya menawari camilan yang masih asing bagi saya yaitu kerupuk Bandeng. Wah jenis kerupuk apa lagi nih? Lanjutkan membaca “Kerupuk Bandeng”

Bebek Kaleyo Lagi

Bebek yang satu ini memang selalu membuat heboh di manapun cabangnya dibuka. Empat tahun yang lalu (2008) blog ini pernah mengulas warung bebek ini. Sampai kini sudah 122 komentar pada postingan tersebut. Sebagian besar menanyakan apakah bisa bekerja sama atau bagaimana cara membeli waralaba. Kebetulan ownernya, Hendri Prabowo yang berasal dari Yogyakarta, pernah komen di postingan ini sehingga banyak yang penasaran untuk menjadi mitra bisnis. Benar-benar dahsyat peminatnya.

Lanjutkan membaca “Bebek Kaleyo Lagi”

Umroh #4

Hery Azwan di Mesjid Quba
Mesjid Quba, mesjid pertama di Madinah

Setelah empat malam menginap di Mekkah, kami pun harus meninggalkan kota bersejarah ini menuju Madinah Al Munawwarah (Kota Yang Disinari). Kota Mekkah sering diidentikkan dengan kota Nabi Ibrahim, sementara Madinah diidentikkan dengan kota Nabi Muhammad. Kemakmuran kota Mekkah antara lain karena telah didoakan Nabi Ibrahim, sementara kota Madinah telah didoakan Nabi Muhammad agar dua kali lebih makmur dari Mekkah.

Lanjutkan membaca “Umroh #4”

Umroh #3

Hery Azwan & Yuli Yulianti at Jabal Rahmah
Di Puncak Jabal Rahmah

Setelah tuntas melakukan ibadah umroh sebagaimana diuraikan pada postingan Umroh #2, jamaah boleh melepaskan pakaian ihram dan melakukan aktivitas yang tadinya dilarang.Nah, di sinilah nikmatnya kalau sekamar cuma berdua dengan istri. Kalau sekamar harus bertiga atau berempat dengan yang lain pasti tidak akan terjadi hal-hal yang diinginkan.

Lanjutkan membaca “Umroh #3”

Umroh #2

Hery Azwan di Mesjidil Haram
Berpose di depan ka'bah setelah tawaf

Hotel Royal Dar El Eiman (kalau versi EYD Royal Darul Iman) terletak tidak jauh dari pintu satu (Pintu King Abdul Aziz) Mesjidil Haram. Hotel ini berdempetan dengan Hotel Assofwah, dan menempel bagian belakangnya dengan Zamzam Tower. Bagian sampingnya berhadapan langsung dengan pelataran Mesjidil Haram. Hotel ini diklaim sebagai bintang lima, meskipun kalau dilihat dari standar Indonesia setara dengan bintang 3 dan 4. Katanya, standar bintang lima di Mekkah diberikan pada hotel yang jaraknya sangat dekat atau lapis satu dari Mesjidil Haram. Jadi, lupakan saja standar hotel yang umum dipakai.

Lanjutkan membaca “Umroh #2”