Penulis: Hery Azwan

Imigran Muslim di Jantung Eropa

Imigran Muslim di Jantung Eropa

Saya ingin sharing mengenai serba-serbi imigran muslim di negara Eropa yang saya kunjungi. Penilaian ini mungkin hanya berdasar pandangan subyektif saya, jauh dari valid.

Waktu trip ke Barcelona, saya 2 kali naik taksi yang supirnya ternyata orang Pakistan. Sang supir bercerita kalau di Barcelona banyak sekali orang Pakistan. Jumlahnya sekitar 180.000. Wow banyak juga ya. Karena itu tak heran, dari 3 kali naik taksi, 2 taksi sopirnya dari Pakistan. Setelah tahu kalau kita dari Indonesia mereka memberi saran jika kita ingin makan seafood di sepanjang Barceloneta beach atau restoran manapun di Barcelona, jangan ragu untuk meminta makanan halal dari waiternya karena sebagian besar waiter di sana orang Pakistan. Lanjutkan membaca “Imigran Muslim di Jantung Eropa”

Lost in Berlin

Lost in Berlin

Ceritanya bermula saat kami bermaksud mengunjungi Designer Oulet yang terletak jauh di luar kota Berlin. Mengunjungi factory outlet di luar negeri tampaknya menjadi tujuan wisata baru.

Sebelum check in hotel kami sudah bertanya kepada resepsionis hotel mengenai akses ke tempat ini. Dia tidak menyarankan kami ke tempat ini karena lokasinya sangat jauh, bisa menempuh waktu lebih dari 1,5 jam. Sebagai gantinya dia merekomendasikan pertokoan di dekat Kebun Binatang. Kami pun akhirnya menuruti nasehatnya, daripada menunggu waktu check in yang masih sejam lagi. Lanjutkan membaca “Lost in Berlin”

Sa’i di Shinjuku

Sa’i di Shinjuku

Shinjuku merupakan stasiun yang paling ramai saat ini di Tokyo. Setiap hari lebih dari 3 juta penumpang keluar masuk melalui stasiun ini. Bayangkan betapa ramainya jika dibandingkan dengan penumpang seluruh KRL Commuter Line di Jabodetabek (Bekasi, Bogor, Tangerang, Rangkasbitung) yang belum mencapai 1 juta penumpang per hari. Dulu Shinjuku merupakan daerah pinggiran di Tokyo. Saat olimpiade Tokyo 1964 Shinjuku disulap menjadi daerah pertokoan dan perkantoran baru. Lanjutkan membaca “Sa’i di Shinjuku”

Ude Faheem’s Holiday in Europe

Ude Faheem’s Holiday in Europe

Bulan Oktober 2016 lalu Bani Syarif mengunjungi Eropa. Ada 12 anggota keluarga yang ikut, minus Bapak Syarifudin dan mama sebagai induk Bani Syarif. Yang paling muda dalam perjalanan ini adalah Ude Faheem yang baru berusia 6 tahun. Bagi Faheem yang masih duduk di kelas 1 Sekolah Gagas Ceria, perjalanan ke Eropa tentu membawa pengalaman baru. Lanjutkan membaca “Ude Faheem’s Holiday in Europe”

Mengabaikan Yang Dekat

Usai makan di sebuah rumah makan di jalur Priyangan Timur saya bergegas menuju wastafel yang terletak agak jauh dari posisi kami makan. Setelah selesai membasuh tangan saya kembali ke meja dan mendapati satu unit wastafel di dekat meja saya. Saya terbelalak. Mengapa saya tidak melihat wastafel yang lebih dekat ini? Mengapa saya malah melihat wastafel yang jauh? Lanjutkan membaca “Mengabaikan Yang Dekat”