Road Map to WCC (Penjelasan)

Di bawah ini jawaban dan penjelasan kuesioner basic mentality Road Map to World Class Company. Beberapa penjelasan agak membingungkan memang dan kurang lazim. Begitupun, mari kita diskusikan.

  1. B-S  Semakin tinggi kualitas barang, ongkos membuat barang tersebut biasanya juga akan semakin tinggi. Jawabannya Salah. Harusnya: semakin tinggi kualitas barang, ongkos membuat barang tersebut akan semakin turun. Jika ongkos tidak turun, maka tidak ada insentif bagi perusahaan untuk berinovasi. Contoh: Mc Donald jarang menaikkan harga meskipun harga bahan baku naik. Masa sih? Harus diuktikan dengan contoh kasus perusahaan lain nih. Ada yang bisa ngasih contoh? Lanjutkan membaca “Road Map to WCC (Penjelasan)”

Antara Blog dan Social Media

Perkembangan blog, menurut pengamatan saya sedikit tersendat dengan munculnya social media. Beberapa teman yang saya amati, lebih senang menulis notes di FB. Dengan fungsi yang sama, bahkan lebih, FB menawarkan sensasi berbeda. Akibatnya, blog mulai tertinggalkan. Tak jarang blog tidak diupdate hingga sebulan, saya termasuk di dalamnya.

Mengapa social media seperti FB dan Twitter begitu berkembang? Faktor kemudahan dan kepraktisan tampaknya menjadi salah dua alasan. Untuk menulis postingan baru dibutuhkan pemikiran, fokus, dan ketekunan. Maka, tidak heran kalau orang yang tekun seperti Om Trainer bisa mencapai 10 besar di Indonesia Matters.

Lanjutkan membaca “Antara Blog dan Social Media”

Road Map to World Class Company

Saya baru mendapatkan kuesioner tentang basic mentality untuk menuju World Class Company. Bagi yang bukan karyawan saya persilakan untuk tidak meneruskan membaca kuesioner di bawah. Bagi yang masih menjadi karyawan bisa meneruskan membaca kuesioner di bawah dan menjawabnya dengan B (Benar) atau S (Salah). Kuesioner ini biasanya digunakan untuk mengukur sejauh mana mental yang dianut oleh karyawan di satu perusahaan. Dari hasil inilah, baru kemudian bisa dilakukan improvement untuk menuju World Class Company. Ribet ya….

Kunci jawaban dan penjelasan akan saya sampaikan pada postingan berikutnya. Lanjutkan membaca “Road Map to World Class Company”

My Name is Khan: Merayakan Perbedaan

My Name is Khan
My Name is Khan

Film India sebenarnya bukan genre baru dalam masyarakat Indonesia. Waktu saya kecil, hampir semua bioskop di kota Medan memutar film India, terutama di bioskop periferal. Bahkan saya punya teman yang sekeluarganya sangat fasih saat menceritakan film India. Jika saya sedang main ke rumahnya, maka semua orang di rumah tersebut akan saling berebut memberi komentar tentang film India yang sama-sama telah mereka tonton. Salah satu film yang ngetop saat itu berjudul Disco Dancer. Lagunya begini: I am a disco dancer….taratarat…

Setelah Kuch Kuch Huta Hey, kayaknya sudah lama nggak ada film Bollywood yang fenomenal. Sampai akhirnya datang My Name is Khan yang menggebrak dunia perfilman. Lanjutkan membaca “My Name is Khan: Merayakan Perbedaan”

My Roommate

Aku masuk ke pondok Madani setelah tamat MTs Al Washliyah (setingkat SMP), jadi tidak selugu teman-teman yang tamat SD . Pada tahun pertama kami ditempatkan di asrama khusus untuk anak baru, namanya GBS dan GBK. GBS singkatan dari Gedung Baru Sighor. Sighor artinya anak kecil, jamak dari soghir. Ingatkan doa untuk ibu bapak kan yang bunyinya: warham huma kama rabbayani soghiro?

Sementara GBK singkatan dari Gedung Baru Kibar. Kibar ini jamak dari kabir, yang artinya besar. Perbedaan di GBS dan GBK hanya di masalah boleh merokok dan piket malam. Yang lainnya relatif sama. Lanjutkan membaca “My Roommate”