Rafting on Wampu River

Matahari sudah hampir bersembunyi ketika kami beranjak menuju lokasi rafting di Marike, 90 km dari Medan. Sebelumnya kami telah membeli perlengkapan khusus rafting di sebuah toko di jalan Jamin Ginting, Medan. Perjalanan ke lokasi rafting agak terhambat dengan mogoknya mobil Espass. Sebagian penumpang Espass dipindahkan ke mobil lain, sementara yang lainnya terpaksa menunggang motor.

Lanjutkan membaca “Rafting on Wampu River”

The Journey #4: Around Paris

Dari Amsterdam, pagi-pagi sekali kami harus ke bandara Schippol untuk melanjutkan perjalanan ke Paris. Kami tidak langsung ke Paris, melainkan transit dulu di Frankfurt.

Frankfurt terletak di tengah-tengah antara Amsterdam dan Paris. Amsterdam terletak di arah timur laut Frankfurt, sementara Paris terletak di sebelah barat daya Frankfurt.

Sebagaimana perjalanan pendek lainnya, kami tidak mendapatkan makanan berat. Lagi-lagi cuma cheese. Pesawat yang membawa kami cukup besar, tetapi penumpangnya sepi. Tak tahu, apakah mereka bisa untung dari penumpang yang tak sampai sepertiga kapasitas maksimal.

Di pesawat, kami dilayani pramugari berkulit gelap yang cukup wangi, tidak seperti seorang penumpang “bule” di samping Pak Dadang yang BB-nya membuat beliau pusing tujuh keliling Lanjutkan membaca “The Journey #4: Around Paris”

The Journey #3: Amsterdam

Kami berangkat ke Amsterdam dari Frankfurt juga dengan maskapai Lufthansa. Dengan pesawat terusan yang dipesan oleh travel biro, ongkos Frankfurt-Amsterdam cuma 50 US$ per orang.

Padahal, kalau ngecer, bahkan dengan kereta api sekalipun, akan jadi lebih mahal. Kecuali, kalau uang bukan masalah dan kita memang ingin menikmati sensasi kereta api cepat seperti TGV buatan Perancis atau ICE buatan Jerman.

Lanjutkan membaca “The Journey #3: Amsterdam”