Mengabaikan Yang Dekat

Usai makan di sebuah rumah makan di jalur Priyangan Timur saya bergegas menuju wastafel yang terletak agak jauh dari posisi kami makan. Setelah selesai membasuh tangan saya kembali ke meja dan mendapati satu unit wastafel di dekat meja saya. Saya terbelalak. Mengapa saya tidak melihat wastafel yang lebih dekat ini? Mengapa saya malah melihat wastafel yang jauh? Lanjutkan membaca “Mengabaikan Yang Dekat”

Iklan

Bertransaksi dengan Allah

BERTRANSAKSI DENGAN ALLAH | Sebut saja namanya Cempaka, seorang pebisnis UKM yang memiliki 4 outlet bakery atawa toko roti di sekitar Tambun, Bekasi. Bakery ini sudah berdiri 7 tahun. Produknya berkisar dari puding, cake ulang tahun dan penganan lainnya.Karyawannya sudah berbilang, lebih dari 25 orang. Tampilannya sangat sederhana untuk seorang pebisnis yang omsetnya lebih dari 1 milyar setahun.  Lanjutkan membaca “Bertransaksi dengan Allah”

2015 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2015 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 46.000 kali di 2015. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 17 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

Sedapnya Kuliner Cirebon

Sedapnya Kuliner CirebonSejak ada tol Cipali (Cikopo-Palimanan), jalan2 menikmati kuliner Cirebon merupakan salah satu pilihan. Dari Jakarta, kita bisa menempuh jarak 200 km dalam waktu 2,5 s.d 3 jam kalau tidak ada kemacetan atau kecelakaan di jalan. Kalau dari Bandung, jarak tempuh ke Cirebob relatif sama. Dari beberapa kali menempuh perjalanan Bandung-Cirebon dengan menyetir sendiri, rata2 keluar di gerbang tol Plumbon dalam wakt tempuh 2,5 jam. Dari sini, waktu tempuh ke kota Cirebon tergantung apakah kita nyasar ke Batik Trusmi atau nyasar ke Empal Gentong H Apud yang rasanya bikin lidah jaipongan.  Lanjutkan membaca “Sedapnya Kuliner Cirebon”

Belajar dari Jack Ma

Belajar dari Jack Ma

Pendiri Alibaba, Jack Ma, lahir tahun 1964, merupakan sosok yang mulai menari perhatian dunia sejak perusahaan ini melakukan IPO di New York pada tahun 2014. Dia mendirikan perusahaan e-commerce Alibaba tahun 1998 saat internet masih dianggap sesuatu yang asing di Cina. Kini, Alibaba dikunjungi lebih dari 100 juta orang setiap harinya. Bisnis model Alibaba memang berbeda dengan Amazon. Jika Amazon memilik gudang sendiri dan menjual langsung produknya ke pelanggan, sementara Alibaba menjadikan websitenya sebagai market place. Alibaba memberdayakan perusahaan UKM untuk berjualan di tokonya. Jadi, Alibaba tidak menjual, dan tidak melakukan pengiriman barang secara langsung. Lanjutkan membaca “Belajar dari Jack Ma”